Perempuan yang Tewas di Kongres AS Ternyata Pegiat Teori Konspirasi

    Marcheilla Ariesta - 08 Januari 2021 21:50 WIB
    Perempuan yang Tewas di Kongres AS Ternyata Pegiat Teori Konspirasi
    Kerabat menaruh bunga di depan Capitol Hill untuk mengenang Ashli Babbitt. Foto: AFP.
    San Diego: Perempuan yang ditembak mati polisi selama pengepungan di Gedung Capitol Amerika Serikat diidentifikasi sebagai Ashli Babbitt. Ia merupakan veteran Angkatan Udara Amerika Serikat yang diduga menganut teori konspirasi sayap kanan.

    Babbitt, 35, merupakan pendukung setia Presiden Donald Trump. Di unggahan Twitter, ia mendukung pernyataan palsu Trump yang menyebutkan dicurangi Demokrat dalam pemilu 3 November lalu.

    Akun Twitter @Ashli_Babbitt juga membagikan banyak unggahan selama beberapa pekan terakhir. Sehari sebelum penyerangan ke gedung Kongres, Ashli sempat mengunggah jika tidak ada yang dapat menghentikannya agar Trump jadi presiden lagi.

    "Tidak ada yang akan menghentikan kita. Mereka dapat mencoba dan mencoba, tetapi badai ada di sini untuk turun ke DC dalam waktu kurang dari 24 jam. Gelap menjadi terang!" ucapnya dalam akun Twitter.

    Laman Channel News Asia, Jumat, 8 Januari 2021 melaporkan Babbitt juga mengecam pembatasan virus korona (covid-19) yang diberlakukan pemerintah. Babbitt melakukan perjalanan ke Washington dengan teman-temannya untuk ikut demonstrasi.

    Baca juga: Juru Bicara Trump Tegaskan Presiden Kutuk Kerusuhan Gedung Capitol

    Suaminya, Aaron mengatakan dia sempat mengirim pesan teks sekitar 30 menit sebelum penyerangan. Setelah itu tidak ada kabar lagi dari Babbitt.

    Selain Babbitt, tiga orang lainnya - dua pria dan seorang perempuan - yang berada di halaman Capitol meninggal akibat keadaan darurat medis. Namun, Departemen Kepolisian Metropolitan Washington tidak menjelaskan lebih rinci.

    "Ia (Babbitt) hanya mencintai negaranya dan melakukan apa yang menurutnya benar untuk mendukung negaranya. Ia bergabung bersama orang-orang yang sepemikiran dengannya dan mencintai presiden. Ia menyuarakan pendapatnya dan terbunuh karenanya," ucap sang suami.

    Babbitt bertugas di Angkatan Udara AS sebagai pilot senior saat bertugas aktif dari 2004 hingga 2008. Dia juga bertugas di Cadangan Angkatan Udara antara 2008 dan 2010, serta di Pengawal Nasional Udara dari 2010 hingga 2016.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id