MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    PM Kanada Diduga Intervensi Kasus Hukum Demi Pemilu

    Arpan Rahman - 11 Maret 2019 11:25 WIB
    PM Kanada Diduga Intervensi Kasus Hukum Demi Pemilu
    PM Kanada Justin Trudeau di Ottawa, 7 Maret 2019. (Foto: AFP/Getty/DAVE CHAN)
    Ottawa: Beberapa pejabat pemerintahan Kanada memilih mengundurkan diri terkait Perdana Menteri Justin Trudeau yang diduga mengintervensi kasus hukum perusahaan besar SNC-Lavalin.

    Perusahaan tersebut saat ini menghadapi larangan membuat kontrak federal selama 10 tahun. Hukuman dikenakan kepada SNC-Lavalin setelah perusahaan itu dituduh menyogok keluarga Gaddafi di Libya dengan uang USD36 juta atau setara Rp544 miliar sebagai balasan atas pemberian kontrak tertentu.
    Jaksa Agung Jody Wilson-Raybould menuduh PM Trudeau telah mendorongnya untuk melakukan remediasi terhadap SNC-Lavalin. Wilson-Raybould memilih mundur dari kabinet PM Trudeau, tapi menolak menarik dakwaan penipuan dan korupsi yang telah dilayangkan ke perusahaan tersebut.

    Michael Bociurkiw, analis dari Global Affair, mengungkapkan pendapatnya mengenai mengapa PM Trudeau diduga mengintervensi kasus SNC-Lavalin. Berbasis di Quebec, SNC-Lavanin adalah perusahaan teknik dan konstruksi yang memiliki tempat khusus di hati masyarakat lokal.

    "Menang besar di Quebec adalah kunci mendapatkan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan," tulis Bociurkiw di laman CNN, seperti disitir dari laman Express, Minggu 10 Maret 2019. Menurutnya, intervensi PM Trudeau semata untuk mendapatkan suara dalam pemilihan umum pada Oktober mendatang.

    Namun langkah PM Trudeau tersebut, jika terbukti benar, maka dinilai sejumlah analis akan balik menghantam dirinya. Ini dikarenakan beberapa komitmen Trudeau yang membuatnya terpilih sebagai PM Kanada dipertanyakan atas kasus SNC-Lavalin ini.

    Salah satu komitmen tersebut adalah menjaga pemerintahan Kanada yang terbuka dan transparan. PM Trudeau juga pernah bertekad menjalankan pemerintahan bersih dengan pendekatan 'ala Barack Obama.'

    Selain Wilson-Raybould, Presiden Dewan Keuangan Kanada Jane Philpott juga mengundurkan diri dari kabinet PM Trudeau. Dia menegaskan jaksa agung tidak boleh diseret ke dalam dunia politik saat menjalankan tugasnya.

    PM Trudeau menegaskan tidak pernah menekan Wilson-Raybould. Namun PM Trudeau mengakui ada kerenggangan dalam komunikasi antara kantornya dengan pihak Wilson-Raybould.

    "Saya tidak menyadari kepercayaan antar kami telah terkikis. Sebagai perdana menteri dan kepala kabinet, seharusnya saya menyadari hal tersebut," ujar PM Trudeau.

    Februari lalu, penasihat utama PM Trudeau Gerald Butts mengundurkan diri terkait pengakuan Wilson-Raybould. Butts telah menjadi penasihat terdekat Trudau dan sahabat sejak mereka duduk di bangku kuliah.

    Baca: Menteri Kedua Mundur dalam Krisis Politik Kanada



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id