Pilot Ethiopian Airlines Sempat Minta Kembali ke Bandara

    Willy Haryono - 11 Maret 2019 06:54 WIB
    Pilot Ethiopian Airlines Sempat Minta Kembali ke Bandara
    Bandara Internasional Addis Ababa Bole di Addis Ababa, Ethiopia. (Foto: AFP/MICHAEL TEWELDE)
    Addis Ababa: Pilot penerbangan Ethiopian Airlines ET302 sempat melaporkan adanya masalah teknis dan meminta izin berbalik ke bandara, sesaat sebelum pesawat nahas itu jatuh di dekat kota Bishoftu, berjarak sekitar 62 kilometer dari Addis Ababa.

    Pesawat tersebut jatuh enam menit usai lepas landas dari bandara Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu 10 Maret 2019. Menara pengawas kehilangan kontak dengan Boeing 737 Max 8 itu pada pukul 08.44 waktu Ethiopia.

    Penyebab kecelakaan belum diketahui. Chief Executive Officer Ethiopian Airlines Tewolde Gebremariam mengatakan sesi perawatan rutin sebelum ET302 lepas landas tidak menunjukkan adanya masalah. Kapten Yared Getachew yang menerbangkan pesawat tersebut juga sudah memiliki lebih dari 8000 jam terbang dengan "catatan rekor luar biasa."

    Ethiopian Airlines membeli pesawat itu pada Juli 2018, dan dikirimkan Boeing ke Ethiopia pada November lalu.

    "Seperti yang saya bilang, itu adalah pesawat baru yang tidak memiliki masalah teknis, diterbangkan pilot senior dan saat ini kami belum dapat mengetahui penyebab (kecelakaan)," ungkap Gebremariam, seperti dikutip dari media AFP.

    Pertanyaan mengenai keamanan Boeing 737 Max 8 kembali muncul akibat kecelakaan di Ethiopia. Sebelumnya, pertanyaan serupa sempat menyeruak usai pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober lalu. Tipe pesawat Lion Air Jt610 juta Boeing 737 Max 8.

    Lebih dari 300 Boeing 737 Max 8 dioperasikan beragam maskapai. Ethiopian Airlines masih memiliki enam tipe tersebut. Saat ditanya apakah maskapai akan tetap menggunakannya, Gebremariam menjawab, "tidak, karena kami belum tahu penyebab kecelakaan."

    Dalam sebuah pernyataan resmi, Ethiopian Airlines mengatakan sedang menjalankan investigasi forensik bersama Boeing, otoritas penerbangan dan transportasi Ethiopia serta beberapa organisasi internasional.

    Penerbangan ET302 membawa 149 penumpang dan delapan kru. Terdapat 33 kewarganegaraan berbeda dalam pesawat tersebut, termasuk Indonesia.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Addis Ababa memastikan adanya WNI dalam pesawat yang berjenis Boeing 737 MAX 8 tersebut.

    “Betul (ada WNI di dalam daftar penumpang pesawat). Saat ini KBRI sedang berkoordinasi dengan pihak Ethiopian Airlines untuk identitas lengkap korban dan proses evakuasi,” ujar Sekretaris 1 Fungsi Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia di Addis Ababa, Christine Refina, kepada Medcom.id, Minggu, 10 Maret 2019.
     
    “Bersama dengan sejumlah kedutaan asing, KBRI masih berada di kantor Ethiopian Airlines untuk koordinasi identitas dan proses evakuasi korban,” imbuhnya.

    Baca: Tipe Pesawat Ethiopia yang Jatuh Sama dengan Lion Air JT610



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id