Mubarak Dipuji Atas Dukungannya Upayakan Damai Timur Tengah

    Fajar Nugraha - 25 Februari 2020 22:12 WIB
    Mubarak Dipuji Atas Dukungannya Upayakan Damai Timur Tengah
    Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak (tengah) dalam negosiasi Palestina dan Israel. Foto: AFP
    Tepi Barat: Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menjadi salah satu sosok yang merasa kehilangan atas wafatnya mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Abbas menilai Mubarak terus mendukung perjuangan Palestina.

    Baca: Hosni Mubarak Tutup Usia.

    “Presiden Abbas memuji sikap almarhum Presiden dalam mendukung perjuangan Palestina dan rakyat Palestina, dalam mencapai hak-hak mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan," pernyataan Pemerintah Palestina yang disampaikan Kantor Berita Wafa, seperti dikutip CNN, Selasa, 25 Februari 2020.

    Selain itu, Presiden Abbas merasa berduka dengan wafatnya mantan Presiden Mesir di usia 91 tahun itu. Menurutnya, Mubarak memainkan peran penting dalam beberapa putaran pembicaraan damai antara Israel dan Otoritas Palestina.

    Hal ini pun diakui oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengingat kepemimpinan Mubarak. Netanyahu menggambarkannya sebagai “seorang pemimpin yang memimpin rakyatnya menuju perdamaian dan keamanan, untuk berdamai dengan Israel."

    “Saya bertemu dengannya berkali-kali. Saya terkesan dengan komitmennya, kami akan terus mengikuti jalur bersama ini. Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden (Abdel Fattah) El-Sisi, kepada keluarga Mubarak dan kepada rakyat Mesir,” tutur Netanyahu.

    Salah pihak yang merasa kehilangan adalah Angkatan Bersenjata Mesir yang menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mubarak setelah kematiannya dikonfirmasi pada Selasa

    "Angkatan Bersenjata berduka atas salah seorang putranya dan salah satu pemimpin perang Oktober yang agung, mantan Presiden Mesir, Mohamed Hosni Mubarak, yang meninggal pagi ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya, kepada para perwira militer dan angkatan bersenjata," kata sebuah pernyataan.

    Mubarak lulus dari akademi militer pada 1952 dan naik pangkat sampai ia menjadi komandan angkatan udara selama perang 1973 antara Mesir dan Israel.

    Tanggapan aktivis


    Aktivis yang membantu menggulingkan Hosni Mubarak pada 2011 bereaksi atas kematiannya di media sosial. Mereka masih menganggap Mubarak sebagai sosok pembunuh.

    “Pembunuh yang korup telah meninggal tanpa benar-benar bertanggung jawab atas kejahatannya. Ke tong sampah sejarah, dan mudah-mudahan Sisi akan menerima akhir pembantaiannya," tulis aktivis Mesir Hossam al-Hamlawy di Facebook.

    Al-Hamlawy merujuk pada Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang secara luas dituduh lebih represif daripada Mubarak, dan dengan keras menumpas protes terhadap pemerintahannya.

    Sementara Human Rights Watch menyebut tindakan represif militer pada Agustus 2013, setidaknya menewaskan 817 pedemo antipemerintah. Human Rights Watch menyebut serangan itu sebagai salah satu "pembunuhan demonstran terbesar dalam satu hari."

    Mubarak digulingkan dalam protes pro-demokrasi pada Februari 2011. Dia adalah pemimpin Arab kedua yang jatuh dalam gelombang demonstrasi populer di seluruh wilayah yang dikenal sebagai Arab Spring.

    Otokrat itu dipenjara selama enam tahun karena tuduhan korupsi menyusul penggulingannya. Dia menghabiskan sebagian besar penahanannya di rumah sakit militer. Pada 2012, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena keterlibatannya dalam pembunuhan demonstran selama protes Januari 2011. Dia kemudian dibebaskan dari tuduhan itu.

    Amnesty International mengatakan setidaknya 840 orang tewas dan lebih dari 6.000 lainnya terluka selama 18 hari protes di jalan di Mesir.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id