Macron Marah saat Wilayah Historis Prancis Diterobos Polisi Israel

    Arpan Rahman - 23 Januari 2020 20:14 WIB
    Macron Marah saat Wilayah Historis Prancis Diterobos Polisi Israel
    Presiden Prancis Emmanuel Macron bersitegang dengan polisi Israel. Foto: AFP
    Yerusalem: Presiden Prancis Emmanuel Macron terekam sedang meneriaki polisi Israel dalam konfrontasi penuh amarah di sebuah gereja selama tur di Yerusalem.

    Macron mengunjungi Gereja St Anne di Kota Tembok Tua, Yerusalem, pada Rabu. Di sana bendera Prancis telah dikibarkan sejak diberikan kepada penguasa Prancis Napoleon III oleh Kaisar Ottoman pada 1856.

    Dipandang sebagai provokasi oleh Prancis ketika polisi Israel memasuki kompleks batu pasir gereja, yang dianggap sebagai wilayah Prancis.

    Dalam video insiden itu, Macron terlihat berdesak-desakan di tengah-tengah kelompok yang ramai di sebuah gapura yang mengarah ke gedung. Ia dengan marah menuntut personel keamanan Israel supaya meninggalkan gereja.

    "Pergi ke luar. Maaf, Anda tahu aturannya. Tidak ada yang harus memprovokasi, tidak ada," kata presiden kepada petugas keamanan.

    "Kami memiliki jalan yang luar biasa, Anda melakukan pekerjaan yang hebat di kota ini dan saya sangat menghargainya, tapi tolong hormati peraturan seperti yang berlaku selama berabad-abad. Itu tidak akan berubah karena saya, saya beri tahu Anda," tambahnya, disiarkan dari The Independent, Kamis 23 Januari 2020.

    Insiden itu menarik perbandingan dengan konfrontasi yang serupa antara Jacques Chirac, Presiden Prancis saat itu, dan agen keamanan Israel di gereja yang sama pada 1996.

    Chirac kehilangan kesabarannya dengan para perwira Israel saat berjalan-jalan di Kota Tua dan menggambarkan perlakuan mereka sebagai ‘provokasi’ sebelum mengancam akan mempersingkat perjalanannya ke negara itu.

    "Apa, apa kau ingin saya kembali ke pesawatku dan balik ke Prancis? Itukah yang kamu inginkan?" dia bertanya kepada kepala keamanan.

    Presiden Chirac saat itu menolak untuk masuk ke gereja sampai polisi Israel meninggalkan lokasi setelah dia mengeluh keamanannya sangat ketat.

    Seorang juru bicara kepolisian Israel menolak mengomentari insiden tersebut pada Rabu. Sementara juru bicara pemerintah Israel tidak segera memberikan komentar atas nama agen keamanan internal Shin Bet, yang juga membantu menjaga pejabat asing.

    Macron mengunjungi Israel untuk menghadiri Forum Holocaust Dunia Kamis di pusat peringatan Holocaust Yad Vashem di Yerusalem guna memperingati 75 tahun pembebasan kamp kematian Auschwitz Nazi Jerman di Auschwitz.

    Para diplomat Prancis telah memperingatkan bahwa mereka ingin menghindari insiden seperti para pendahulunya pada kunjungan pertama presiden ke negara itu.

    Setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Rabu, Macron mengatakan Prancis bertekad untuk menghentikan Iran dari mendapatkan senjata nuklir.

    "Dalam konteks saat ini, Prancis bertekad bahwa Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, tetapi juga bahwa kita menghindari semua eskalasi militer di kawasan itu," katanya setelah diskusi dengan Netanyahu.

    Kunjungan Presiden Prancis ke St Anne dipandang sebagai perhentian simbolis yang menggarisbawahi pengaruh historis Paris di wilayah tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id