PM Israel Resmi Didakwa Lakukan Penyuapan

    Fajar Nugraha - 29 Januari 2020 19:07 WIB
    PM Israel Resmi Didakwa Lakukan Penyuapan
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan pertemuan dengan Presiden Donald Trump. Foto: AFP
    Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi didakwa melakukan penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan. Dakwaan dijatuhkan tak lama setelah politisi itu membatalkan permintaannya untuk kekebalan parlementer.

    Dakwaan itu muncul ketika Netanyahu berada di Washington untuk pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, terkait rencana perdamaian Timur Tengah yang telah lama ditunggu-tunggu.

    Jaksa Agung Avichai Mandelblit menyerahkan lembar tuntutan itu ke pengadilan distrik Yerusalem. Netanyahu akan menghadapi persidangan karena korupsi atas hadiah dan liputan media yang menguntungkan yang diterima, sebagai imbalan atas manfaat  keuangan.

    Mandelblit mengumumkan keputusannya untuk menuntut Netanyahu pada November dan mempresentasikan lembar tuduhan secara terbuka. “Tetapi dia menahan diri dari langkah formal di pengadilan untuk memungkinkan debat tentang permintaan perdana menteri untuk kekebalan dari parlemen,” pernyataan pihak Kejaksaan Agung Israel.

    Beberapa jam sebelumnya, Netanyahu mengeluarkan pernyataan dari Washington yang mengumumkan bahwa dia tidak akan mencari kekebalan parlementer.

    "Beberapa menit yang lalu saya memberi tahu pembicara Knesset bahwa saya mencabut permintaan kekebalan," kata Netanyahu di Facebook. "Saya tidak akan membiarkan lawan politik saya menggunakan masalah ini untuk mengganggu langkah bersejarah yang saya pimpin,” ungkapnya.

    Parlemen Israel telah dijadwalkan untuk memberikan suara pada Selasa untuk mengadakan komite untuk memutuskan permintaan tersebut.

    "Pada saat yang menentukan ini bagi rakyat Israel, sementara saya berada di AS dalam misi bersejarah untuk membentuk perbatasan akhir Israel dan memastikan keamanan kami untuk generasi mendatang, pertunjukan sirkus kekebalan lain dijadwalkan dibuka di Knesset," kata Netanyahu.

    Netanyahu menyangkal tuduhan terhadapnya dan mengatakan dia adalah korban perburuan penyihir bermotivasi politik. Pengadilan sekarang akan menetapkan tanggal dimulainya persidangan.

    Lawan-lawannya sudah mengumpulkan mayoritas di legislatif untuk menyangkal kekebalannya. Pemimpin Partai Buruh Amir Peretz menyambut baik pengumuman Netanyahu.

    "Ada baiknya perdana menteri melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan menyerah pada permintaannya akan kekebalan," katanya kepada AFP.

    "Karena itu saya berharap bahwa perdana menteri akan mengambil langkah berikutnya dan memutuskan untuk sepenuhnya mengundurkan diri, pergi ke pengadilan sebagai warga negara biasa dan mencoba untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah," katanya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id