Permintaan Penundaan Pengadilan Netanyahu Ditolak

    Marcheilla Ariesta - 07 Juni 2019 11:37 WIB
    Permintaan Penundaan Pengadilan Netanyahu Ditolak
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP).
    Tel Aviv: Media Israel mengatakan Jaksa Agung menolak permintaan penundaan sidang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia dituduh melakukan tindakan korupsi.

    Kantor kejaksaan mengatakan Netanyahu meminta agar sidang ditunda karena pembubaran Knesset, serta pemilihan pada 17 September.

    Setelah mempertimbangkan masalah ini, kantor kejaksaan mengatakan tak ada perubahan jadwal. Semua tetap pada jadwal seharusnya.

    "Tidak ada penyetujuan penjadwalan ulang. Permintaan untuk mengubah tanggal persidangan tidak disetujui,"  kata kantor kejaksaan dilansir dari laman AFP, Jumat, 7 Juni 2019.

    Netanyahu menghadapi kemungkinan dakwaan penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam beberapa bulan ke depan. Dia dilaporkan mencari undang-undang di parlemen baru yang akan membuatnya diberi kekebalan.

    Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengatakan Netanyahu bisa menggunakan sidang pada Oktober mendatang untuk menanggapi tuduhan terhadap dirinya.

    Kantor kejaksaan menekankan bahwa sidang yang dijadwalkan pada 2 dan 3 Oktober itu tidak akan ditunda. "Bahkan untuk satu hari," tegas Mandelblit.

    "Pemilihan umum yang baru merupakan keadaan luar biasa yang harus diperhatikan," imbuh dia menanggapi Netanyahu.

    Netanyahu menyerukan pemilihan baru akhir bulan lalu setelah gagal membentuk koalisi.

    Israel akan mengadakan pemungutan suara lagi pada September mendatang. Jika Netanyahu menang, maka dia akan menjadi perdana menteri terlama di Israel mengalahkan pendiri Negeri Zionis, David Ben-Gurion.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id