Wamenlu RI Tegaskan Perlindungan Anak Demi Masa Depan Bangsa

    Marcheilla Ariesta - 14 Februari 2020 20:33 WIB
    Wamenlu RI Tegaskan Perlindungan Anak Demi Masa Depan Bangsa
    Wamenlu Mahendra Siregar di pertemuan DK PBB, New York. (Foto: Dok. Kemenlu RI).
    New York: Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar menekankan perlindungan anak harus diintegrasikan dalam proses perdamaian. Pernyataannya disampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Anak-anak dan Konflik Bersenjata di New York.

    "Anak-anak bukan tentara. Anak adalah masa depan kita," kata Mahendra, dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri di situs kemlu.go.id, Jumat 14 Februari 2020.

    Mahendra menuturkan ada tiga poin dari Indonesia untuk memperkuat langkah-langkah perlindungan anak dalam konflik bersenjata. Poin pertama, Indonesia selalu berkomitmen untuk menerapkan fondasi normatif di lapangan, khususnya melalui pasukan penjaga perdamaian Indonesia.

    Fondasi tersebut, kata Mahendra termasuk Konvensi Hak-hak Anak dan Protokol Opsional mengenai Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata.

    Kedua, perlindungan anak harus ditangani secara komprehensif. "Ini harus mencakup semua fase konflik, dari mencegah pelanggaran berat hingga memajukan reintegrasi berbasis keluarga dan masyarakat," imbuhnya.

    Selanjutnya, Mahendra menuturkan kerja sama internasional dan berbagi praktik terbaik diperlukan untuk memberikan langkah-langkah perlindungan bagi anak-anak dalam konflik bersenjata. Menurutnya, semua pihak yang terlibat dalam proses perdamaian harus mengembangkan kapasitas, kepekaan, dan kesadaran akan kebutuhan anak-anak.

    Dengan demikian, imbuh Mahendra, DK PBB telah berinvestasi dalam menciptakan pemelihara perdamaian, serta mendorong pembangunan masa depan.

    Di bawah kepemimpinan Belgia, DK PBB berhasil mengadopsi Pernyataan Presiden mengenai integrasi perlindungan anak ke dalam proses perdamaian. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres juga telah meluncurkan Panduan Praktis bagi Mediator untuk Melindungi Anak-Anak dalam Situasi Konflik Bersenjata.

    Pertemuan yang berlangsung 12 Februari lalu ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Kerajaan Belgia, Philippe Goffin, serta Raja dan Ratu Belgia.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id