Turki Yakin Jasad Khashoggi Dibakar untuk Hilangkan DNA

    Fajar Nugraha - 15 Februari 2019 10:35 WIB
    Turki Yakin Jasad Khashoggi Dibakar untuk Hilangkan DNA
    Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
    Ankara: Kepolisian Turki yakin bahwa jasad jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang dibunuh mungkin telah dibakar. Hingga saat ini, jasad dari Khashoggi masih tidak diketahui keberadaannya.

    Pada 2 Oktober, Khashoggi tewas dibunuh di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Pria yang tinggal di Amerika Serikat dan koresponden The Washington Post ini dikenal sebagai pengkritik Kerajaan Arab Saudi.

    Baca juga: Terkait Kasus Khashoggi, Turki Nilai Saudi Tak Transparan.

    Ada alasan kuat mengapa Turki mencurigai jasad Khashoggi telah dibakar.  “Polisi meyakini informasi yang diperoleh dari penyelidikan mengindikasikan bahwa jasad Khashoggi yang dimutilasi mungkin telah dibakar,” kata Anadolu, Jumat, 15 Februari 2019.

    “Konsulat tersebut dilengkapi dengan dua sumur dan satu gas serta perapian yang dapat mencapai panas lebih dari 1.000 derajat. Alat itu bisa menghapus jejak DNA,” sebut laporan Anadolu yang mengutip laporan kepolisian Turki.

    Usai membuat sejumlah pernyataan yang bertolakbelakang mengenai nasib Khashoggi, Pemerintah Arab Saudi mengatakan Khashoggi dibunuh dan jasadnya dimutilasi. Para petugas yang melakukan pembunuhan diketahui hendak memintanya untuk pulang ke Arab Saudi tetapi tidak membuahkan hasil.

    Meskipun sudah dilakukan penyelidikan, termasuk di konsulat di Istanbul, kediaman konsul dan beberapa lokasi lain, keberadaan mayat Khashoggi tidak ditemukan.

    Pembunuhan Khashoggi menyebabkan hubungan antara Turki dan Arab Saudi memanas. Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa dirinya berhubungan baik dengan Raja Salman.

    Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi diperintahkan oleh tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Arab Saudi. Turki juga kerap meminta pejabat Arab Saudi agar mengidentifikasi ‘kooperator lokal’ yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Sementara Riyadh membantah tuduhan bahwa putra mahkota terlibat.

    Baca juga: PBB: Pembunuhan Khashoggi Berlangsung Brutal dan Terencana.

    Cuplikan dari laporan kepolisian yang ditayangkan stasiun TV Turki menunjukkan seorang pria yang diyakini sebagai pemeran pengganti Khashoggi berjalan bersama seorang pria yang menurut polisi menjadi ‘kooperator lokal’ dalam kasus tersebut. Identitas pria tersebut tidak langsung diketahui.

    Menurut Anadolu, Kepolisian Turki juga meyakini bahwa tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, kemungkinan bakal menjadi korban kedua dalam pembunuhan tersebut seandainya dia memasuki konsulat Arab Saudi bersama Khashoggi.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id