MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Serangan Udara dan Ledakan Guncang Ibu Kota Libya

    Willy Haryono - 21 April 2019 19:37 WIB
    Serangan Udara dan Ledakan Guncang Ibu Kota Libya
    Pasukan loyalis pemerintah Libya menghadapi kekuatan militer Jenderal Haftar sejak awal April 2019. (Foto: Mahmud Turkia/AFP/Getty Images)
    Tripoli: Sejumlah serangan udara dan ledakan mengguncang ibu kota Libya, Tripoli, pada Sabtu 20 April malam waktu setempat. Ini merupakan kelanjutan dari operasi penyerangan yang dilancarkan Jenderal Khalifa Haftar ke pemerintahan resmi Libya di Tripoli.

    Dilansir dari laman Guardian, sejumlah warga sipil mengaku melihat pesawat yang berputar di langit Tripoli sekitar 10 menit pada malam hari. Setelah berputar-putar, pesawat itu melepaskan tembakan ke beberapa area.
    Suara pesawat kembali terdengar pada Minggu dini hari, yang juga berputar di langit Tripoli sekitar 10 menit. Suara ledakan kencang terdengar tak lama setelahnya.

    Belum dapat dipastikan apakah pesawat tersebut termasuk tipe jet tempur atau tanpa awak alias drone. Dalam beberapa hari terakhir, warga Tripoli mengaku sering melihat adanya drone yang melancarkan sejumlah serangan udara.

    Dari serangkaian serangan udara itu, salah satunya dilaporkan mengenai sebuah kamp militer dari pasukan loyalis Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj. Pemerintahan PM Sarraj adalah satu-satunya yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libya.

    Pasukan Haftar memulai operasi penyerangan menuju Tripoli sekitar dua pekan kemarin. PM Sarraj menilai serangan pasukan Haftar sebagai percobaan kudeta.

    Akibat pertempuran di sekitar Tripoli, otoritas Libya menutup satu-satunya bandara operasional di wilayah ibu kota. Bandara di Misrata, kota yang berjarak 200 kilometer dari Tripoli, masih dibuka.

    Lebih dari 200 orang tewas sejak pertarungan antara pasukan Libya dan Jenderal Haftar meletus sekitar tiga pekan lalu.

    Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah berbicara dengan Jenderal Haftar.
     
    Dalam pembicaraan via sambungan telepon, Trump disebut mengakui upaya Jenderal Haftar dalam memerangi terorisme dan mengamankan minyak Libya. Keduanya juga mendiskusikan masa depan Libya.

    Baca: Krisis Libya, Trump Hubungi Jenderal Pemberontak



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id