Pesawat Tergelincir di Turki, Tiga Orang Tewas

    Fajar Nugraha - 06 Februari 2020 09:09 WIB
    Pesawat Tergelincir di Turki, Tiga Orang Tewas
    Pesawat Pagusus yang mendarat darurat di Turki. Foto: CGTN
    Istanbul: Sebuah pesawat tergelincir dari landasan pacu, menabrak parit dan pecah ketika mendarat di cuaca buruk di Istanbul, Turki. Insiden ini menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

    Penumpang harus bergegas melalui pesawat yang terbelah menjadi tiga untuk menyelamatkan diri.

    Pesawat, yang dioperasikan oleh maskapai berbiaya rendah Pegasus Airlines, tiba di bandara Sabiha Gokcen di Istanbul dari kota Izmir, Turki barat. Pesawat itu diisi oleh 183 penumpang dan awak ketika melakukan pendaratan darurat.

    Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan pesawat gagal "bertahan di landasan" dan tergelincir sekitar 50-60 meter sebelum jatuh ke parit dari ketinggian sekitar 30 meter.

    "Kami sangat sedih. (Tapi) kami sangat senang bahwa terlepas dari kecelakaan yang lebih besar," kata Gubernur Yerlikaya, seperti dikutip ITV, Kamis, 6 Januari 2020.

    “Pesawat bisa saja terbakar,” jelasnya.

    Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan, tiga orang  meninggal dan 179 memerlukan perawatan di beberapa rumah sakit.

    Tim penyelamat, dibantu oleh ekskavator, terlihat bekerja di satu tempat di reruntuhan dan tidak jelas apakah mereka mencari satu orang yang masih belum ditemukan.

    Bandara ditutup setelah kejadian, yang terjadi sekitar pukul 18:30 waktu setempat, dan penerbangan dialihkan ke bandara utama Istanbul.

    Seorang penumpang yang selama Dogus Bilgic, 24, mengatakan kepada saluran televisi Turki NTV bahwa ia menyelamatkan diri dari pesawat yang hancur karena celah di dekat tempat duduknya. Dia merupakan salah satu penumpang pertama yang keluar.

    "Kami melakukan pendaratan (di landasan) selama sekitar 20 atau 30 detik, lalu tiba-tiba kami terbang dari landasan," katanya sambil duduk di kursi roda karena cedera kaki. "Itu terjadi dalam hitungan detik."

    “Saya duduk di 25C, kemudian pesawat patah pada baris 26. Saya keluar dari pesawat ketika melihat ada celah,” ujar Bilgic.

    “Bagian depan (pesawat) dalam kondisi mengerikan. Saya melihat, setelah saya di tanah, itu benar-benar pecah,” katanya.

    Ketika penumpang lain muncul dari reruntuhan, Bilgic mengatakan dia membantu dua atau tiga orang turun ke tanah.

    "Saya membawa mereka ke suatu tempat karena mereka tidak sebaik kami," katanya, kemudian melarikan diri dari pesawat dengan yang lain, takut akan kemungkinan ledakan.

    "Ada kekacauan total,” tuturnya.

    Video yang tersebar menunjukkan puing-puing pesawat di bidang yang berdekatan dengan ujung landasan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id