comscore

Dubes RI Terima Paparan Kondisi Masjid Al Aqsa Lewat Menlu Yordania

Fajar Nugraha - 21 Juli 2017 14:23 WIB
Dubes RI Terima Paparan Kondisi Masjid Al Aqsa Lewat Menlu Yordania
Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto (Foto: Dok. Kemenlu RI).
medcom.id, Amman: Situasi di Yerusalem Timur saat ini, khususnya di sekitar kompleks Al Aqsa semakin serius dan mengkhawatirkan.

Menghadapi situasi tersebut, Yordania telah melakukan kontak-kontak intensif dengan pemerintah Israel, AS, Russia dan Uni Eropa untuk menyampaikan sikap keprihatinan, menahan diri dan meredakan situasi agar Israel segera menghentikan aksinya dan mencabut metal detector di pintu-pintu masuk kompleks Al Aqsa. 
 
Raja Abdullah II sebagai penjaga dari Al Quds Al Sharif mendesak Israel agar melindungi dan menjaga status quo komplek Al Aqsa untuk mencegah situasi lebih serius yang akan mendapat kecaman luas dari dunia Islam. 

(Baca: Polisi Israel Kembali Larang Pria Muslim Salat Jumat di Masjid Al Aqsa).
Pemerintah Yordania sangat mengkhawatirkan situasi akan lebih serius jika pada Jumt, 21 juli 2017 besok aparat Israel tidak mencabut deteksi metal, di depan tiga pintu masuk komplek Al Aqsa. Karena hal ini akan dapat memicu bentrokan yang diakibatkan banyaknya umat muslim Palestina yg akan menunaikan ibadah salat Jumat. Situasi akan semakin memanas jika kelompok-kelompok ekstremis memanfaat situasi saat ini untuk memicu eskalasi aksi kekerasan yang lebih serius. 
 
Apalagi saat ini aparat Israel membolehkan warga Yahudi untuk memasuki kompleks Al Aqsa yang selama ini oleh warga Yahudi dianggap sebagai tempat suci agama Yahudi (Temple of the Mount).
 
Untuk itu, pada 19 Juli 2017, Dubes RI untuk Yordania, Andy Rachmianto, bersama sejumlah Dubes negara-negara Asia, yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, India, Pakistan, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Bangladesh, Sri Lanka, Kazakhtan dan Azerbaijan, telah dipanggil ke Kemenlu Yordania untuk mendengarkan paparan Menlu Yordania Ayman Safadi terkait perkembangan situasi di kompleks Al Aqsa. 
 
"Yordania meminta dukungan dari negara-negara sahabat untuk menyuarakan moderasi dan pandangan moderat untuk mengembalikan stabilitas dan perdamaian di Yerusalem Timur," ujar Dubes Andy Rachmianto, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 21 Juli 2017. 
 
Pada Rabu malam 19 Juli, Menlu RI Retno L.P Marsudi sempat melakukan pembicaraan telepon dengan Menlu Yordania. Dalam kesempatan tersebut, beberapa hal yang diangkat oleh kedua Menlu, antara lain pentingnya menghindari eskalasi ketegangan di komplek Al Aqsa dan membawa ketenangan di Yerusalem, dan menekankan bahwa setiap tindakan Israel yang menargetkan tempat-tempat suci akan memprovokasi umat Islam di seluruh dunia. 

(Baca: Indonesia Kecam Pembatasan Akses Masuk ke Al-Aqsa oleh Israel).
 
 
Selain itu, Kedua Menlu sepakat akan terus berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan berusaha keras di semua tingkat untuk memulihkan ketenangan serta melanjutkan perundingan damai yang serius antara Palestina dan Israel untuk mencapai solusi yang adil sesuai dengan hukum internasional.
 
Menyikapi situasi di kompleks Al Aqsa, Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno pada Kamis 20 Juli mengeluarkan pernyataan mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi akses umat muslim ke kompleks Al-Aqsa yang tidak sesuai hak umat Muslim untuk bebas melakukan ibadah. Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim. 
 
Pemerintah Indonesia meminta Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di Kompleks Al-Aqsa. Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak semakin memburuk.
 
Seorang alumni program Kerja Sama Teknik (KST) Kementerian Luar Negeri, Muhammad (nama sengaja disamarkan oleh pihak KBRI Amman atas alasan keamanan) seorang Arkeolog Palestina yang berdomisili di Kota Tua Yerusalem, hampir setiap hari melaporkan kepada KBRI Amman mengenai perkembangan yang terjadi di sekitar komplek Al Aqsa, termasuk kejadian penembakan terhadap Sheikh Ikrima Sabri, Imam Besar Masjid Al-Aqsa pada Selasa malam 18 Juli waktu setempat. Syekh Sabri ditembak setelah memimpin salat Isya di luar gerbang komplek Al Aqsa, dia mengalami luka di kaki terkena peluru karet tentara Israel. 
 
"Lebih lanjut Muhammad melaporkan, bahwa penutupan kompleks Mesjid Al Aqsa oleh Israel ini dikhawatirkan memiliki hidden agenda, yaitu untuk mengambil bukti-bukti sejarah, baik itu manuskrip maupun arsip-arsip sejarah Islam dan barang-barang yang tersimpan di dalam museum," sebut Muhammad, kepada KBRI Amman. 
 
"Saat ini kunci pintu-pintu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa semuanya berada ditangan polisi Israel, dimana sebelumnya polisi Israel hanya menyimpan satu kunci pintu saja, yaitu pintu Bab al-Magharibeh," lanjutnya. 
 
Tokoh agama dan politik Palestina mengecam penutupan masjid Al Aqsa yang terus berlanjut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama. Dikhawatirkan penutupan ini akan merubah status quo masjid Al Aqsa. 
 
Sementara itu, kelompok fanatik Israel dan beberapa politisinya telah meminta pemerintah agar menggunakan kesempatan ini untuk mengendalikan masjid secara penuh dan mengubahnya menjadi kuil Yahudi.
 
Kejadian penutupan masjid Al Aqsa kali ini adalah yang pertama sejak tahun 1967. Masjid Al Aqsa dikelola oleh pihak berwenang Yordania. Sejumlah insiden seputar Al Aqsa semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pada akhir bulan lalu juga terjadi insiden penembakan di depan Gerbang Damaskus komplek Masjid Al Aqsa. 
 
Insiden penyerangan ini semakin memperpanjang daftar warga Palestina yang tewas dibunuh pasukan Israel. Selama hampir dua tahun, 240 warga Palestina telah terbunuh, sementara itu dalam periode yang sama terdapat 42 warga Israel yang tewas dalam gelombang aksi serangan. 


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id