Diplomat Turki Tewas dalam Penembakan di Irak

    Fajar Nugraha - 18 Juli 2019 08:21 WIB
    Diplomat Turki Tewas dalam Penembakan di Irak
    Restoran yang menjadi lokasi penembakan dan menewaskan diplomat Turki. (Foto: AFP).
    Irbil: Insiden penembakan terjadi di Irbil, Irak pada Rabu 17 Juli. Dua orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk seorang diplomat asal Turki.

    Korban yang tengah santap makan di sebuah restoran dihadapkan pada pelaku yang tiba-tiba masuk dan melepaskan tembakan. Diplomat yang tewas diketahui sebagai sebagai wakil konsul Turki di kota itu dan seorang warga sipil Irak.

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk "serangan keji" ini.  Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.

    Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah berperang selama puluhan tahun di Turki dan memiliki basis di Irak, membantah atas peran apa pun terkait penembakan.

    "Kami tidak memiliki pengetahuan tentang insiden penembakan dan pembunuhan pejabat konsulat Turki di Irbil", seorang juru bicara sayap militer kelompok itu, Pasukan Pertahanan Rakyat (HPG), mengatakan kepada situs web Kurdi Irak, Dwarozh News, seperti dikutip BBC, Kamis, 18 Juli 2019.

    Penembakan itu terjadi sekitar pukul 14:30 pada hari Rabu di Restoran HuQQabaz di Airport Road, antara Dream City dan distrik Kekaisaran Irbil.

    Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan tiga penyerang melepaskan tembakan ke restoran itu, membunuh diplomat Turki dan warga sipil Irak, dan melukai seorang warga Irak lainnya. “Diplomat dan Irak itu duduk di meja yang berdekatan,” ia menambahkan.

    Pasukan keamanan internal Wilayah Kurdistan, Asayish, mengatakan telah meluncurkan penyelidikan penuh dan telah menghubungi para diplomat Turki untuk menawarkan bantuan kepada mereka.

    “Turki bekerja sama dengan pihak berwenang Irak untuk menemukan pelaku, untuk menemukan motifnya, dan untuk memastikan semua detail diungkapkan,” ujar Cavusoglu.

    "Kami akan mengirim delegasi (ke Irbil) jika perlu," tambahnya.

    Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Erdogan, menulis di Twitter: "Tanggapan yang diperlukan akan diberikan kepada mereka yang melakukan serangan berbahaya ini."

    Pemerintah Daerah Kurdistan mengatakan sangat mengutuk pembunuhan dan bersumpah untuk menemukan pelaku dan meminta pertanggungjawaban mereka. "Kami tidak akan pernah membiarkan perdamaian dan keamanan Wilayah Kurdistan dirusak," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id