Ratusan Warga Mesir Desak Mundur Presiden Sisi

    Willy Haryono - 21 September 2019 13:02 WIB
    Ratusan Warga Mesir Desak Mundur Presiden Sisi
    Ratusan warga berkumpul di Lapangan Tahrir di Kairo, Mesir, 20 September 2019, dalam mendesak mundur Presiden Abdel Fattah al-Sisi. (Foto: AFP/STR)
    Kairo: Gas air mata ditembakkan petugas untuk membubarkan ratusan demonstran di Mesir pada Jumat 20 September. Ini merupakan salah satu aksi protes pertama terhadap Presiden Abdel Fattah al-Sisi yang berkuasa pada 2014.

    Dikutip dari BBC, Sabtu 21 September 2019, ratusan orang memenuhi Lapangan Tahrir di Kairo, yang juga merupakan situs utama dalam peristiwa Revolusi Mesir pada 2011. Mereka semua mendesak agar Sisi segera mundur dari jabatan presiden.

    Aksi protes serupa juga dikabarkan berlangsung di sejumlah tempat lain di Mesir. Unjuk rasa ini merupakan respons terhadap munculnya tuduhan korupsi di jajaran pemerintahan Sisi.

    Seorang pebisnis sekaligus aktor, Mohamed Ali, telah mengunggah sejumlah video yang menuduh Sisi menghambur-hamburkan uang negara untuk hidup mewah, sementara sebagian warga Mesir hidup menderita. Sisi membantah tudingan tersebut, dan menyebutnya sebagai sebuah "kebohongan."

    Saat unjuk rasa berlangsung, tagar "Sisi Mundur" dan "masyarakat ingin menggulingkan rezim" berada di trending topic di Twitter Mesir.

    Menurut laporan Al Jazeera, aksi protes juga berlangsung di kota kedua terbesar Mesir, Alexandria, dan juga Suez.

    Ali, yang hidup terasing di Spanyol, pertama kali mengunggah video tuduhan terhadap Sisi pada 2 September. Dalam video terbaru pada Selasa kemarin, ia menegaskan bahwa jika Sisi tidak mundur pada Kamis 19 September, maka "masyarakat Mesir akan turun ke jalanan."

    Pada 2013, Sisi memimpin operasi militer untuk menggulingkan presiden Mohammed Morsi. Sejak saat itu, Sisi yang menjadi presiden memimpin dengan gaya keras terhadap segala bentuk kritik.

    April lalu, hasil pemungutan suara menyetujui adanya perubahan konstitusi negara yang dapat memperpanjang masa kekuasaan Sisi hingga 2030. Pemilu tersebut hanya diikuti sekitar 44 persen dari total pemilih terdaftar di Mesir.

    Dalam pilpres 2018, Sisi menang mudah dengan raihan 97 persen suara karena kubu oposisi tidak memiliki calon yang kuat.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id