Disergap Militan, 70 Tentara Niger Dikhawatirkan Tewas

    Arpan Rahman - 12 Desember 2019 12:37 WIB
    Disergap Militan, 70 Tentara Niger Dikhawatirkan Tewas
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    In-Ates: Lebih dari 70 tentara diperkirakan tewas dalam serangan oleh tersangka militan di sebuah pos militer di Niger barat. Jika jumlah korban tewas terkonfirmasi, ini yang paling mematikan atas pasukan Niger dalam insiden baru-baru ini.

    Penyergapan di In-Ates dekat perbatasan Mali pada Selasa malam menekankan meningkatnya rasa tidak aman di wilayah miskin dan anarkis di Afrika barat. 

    Aksi ini hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak di Prancis di mana Presiden Emmanuel Macron diharapkan bertemu para pemimpin regional untuk membahas masa depan penyebaran militer Prancis di wilayah Sahel, yang membentang di Afrika, selatan Sahara.

    Disitir dari Guardian, Rabu 11 Desember 2019, militer Niger belum merilis angka korban, tetapi seorang pejabat senior yang berbicara secara anonim mengkonfirmasi korban sementara kepada wartawan.

    Media lokal melaporkan bahwa para pelaku penyerangan, yang belum diidentifikasi, pertama kali menargetkan peralatan komunikasi di pangkalan terpencil sebelum menjalankan menyerbu secara berlebihan.

    Presiden Mahamadou Issoufou, Rabu malam, mengatakan bahwa dia akan kembali lebih awal dari perjalanan ke luar negeri di Mesir setelah serangan yang dilaporkan.

    Kekerasan itu terjadi hanya 48 kilometer  dari Ouallam, tempat empat anggota tentara Amerika Serikat tewas bersama empat tentara Niger dua tahun lalu. Ketika itu patroli gabungan mereka disergap dalam serangan besar-besaran.

    Ekstremis yang terkait Islamic State (ISIS) dan Al Qaeda telah lama melakukan serangan di seluruh wilayah padang pasir yang luas. Misi militer Prancis dan pasukan Sahel regional gagal membendung kekerasan. Tahun ini juga telah tampak pelbagai kelompok ekstremis meningkatkan kehadiran mereka di Burkina Faso yang bertetangga.

    Pada 2015, 46 tentara dan 28 warga sipil tewas dalam serangan oleh Boko Haram, kelompok ekstrimis, di sebuah pos militer di Danau Chad.

    Bulan lalu, kelompok bersenjata di Burkina Faso menewaskan hampir 40 warga sipil dalam sebuah penyergapan terhadap sebuah konvoi yang mengangkut para pekerja untuk sebuah perusahaan tambang emas Kanada.

    Dua ratus lima puluh pasukan Inggris dijadwalkan akan dikerahkan dalam misi penjaga perdamaian PBB di negara tetangga Mali pada 2020.

    Senjata telah membanjiri wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir, banyak di antaranya dibawa dari Libya ke Mali setelah kematian Muammar Gaddafi pada 2011, memungkinkan sejumlah kelompok untuk mengejar berbagai agenda.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id