Iran Minta Irak Pertimbangkan Kepergian Pasukan AS

    Willy Haryono - 07 April 2019 13:07 WIB
    Iran Minta Irak Pertimbangkan Kepergian Pasukan AS
    Pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)
    Teheran: Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Irak seharusnya mempertimbangkan penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara tersebut. Pernyataan disampaikan saat Khamenei menjamu Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi di Teheran.

    "Kehadiran militer Amerika di kawasan merugikan bagi sejumlah negara dan masyarakatnya. Jadi, pemerintah Irak sebaiknya mengambil tindakan dan mendesak Amerika untuk menarik semua pasukannya secepat mungkin," ungkap Khamenei, dalam artikel di surat kabar Financial Tribune, Sabtu 6 April 2019.

    "Jika pasukan AS mengakar kuat di Irak, maka akan sulit untuk mencabutnya di masa mendatang," sambung dia.

    Sementara itu, PM Mahdi memuji Iran yang terus mendukung Irak di masa-masa sulit, termasuk dalam perang melawan sejumlah kelompok teroris seperti, seperti Islamic State (ISIS).

    PM Mahdi tiba di Teheran pada Sabtu kemarin untuk mendiskusikan hubungan bilateral dengan pemerintah Iran.

    Desember tahun lalu, Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan mendadak ke Irak. Kunjungan tidak diumumkan ini merupakan yang pertama dilakukan Trump di Irak.

    Juru Bicara Gedung Putih Sarah sanders mengatakan Presiden Trump dan ibu negara Melania terbang ke Irak untuk menemui para anggota militer AS. Trump menyampaikan rasa hormatnya atas pelayanan yang diberikan oleh militer AS.

    Sejauh ini Trump belum pernah mengungkapkan wacana menarik pasukan dari Irak. Namun untuk Suriah, Trump berulang kali mengutarakan keinginannya untuk menarik pasukan dari negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad itu.

    Awal tahun ini, loalisi militer pimpinan Amerika Serikat (AS) telah memulai menarik pasukannya dari Suriah. Namun, tidak dijelaskan kapan dan berapa pasukan yang mulai keluar dari Suriah.

    Pada 19 Desember 2018, Trump memerintahkan semua pasukan AS di Suriah untuk mundur. Total pasukan AS di negara yang dikuasai ISIS tersebut berjumlah 2.000 orang.

    Baca: Surat Penarikan Pasukan AS dari Suriah Ditandatangani



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id