Dubes Rusia: AS Sebabkan Krisis Kemanusiaan di Suriah

    Marcheilla Ariesta - 10 April 2019 18:37 WIB
    Dubes Rusia: AS Sebabkan Krisis Kemanusiaan di Suriah
    Ilustrasi pengungsi (Foto:Medcom.id/M Rizal)
    Jakarta: Rusia menyebut Amerika Serikat (AS) menyebabkan krisis kemanusiaan di kamp pengungsi al-Hawl di Provinsi Hasakah, Suriah. Menurut Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung koalisi AS penyebabnya. 

    Vorobieva menyatakan kamp tersebut sudah terlalu penuh dengan 73 ribu pengungsi yang sebagian besar berasal dari Baghuz dan sejumlah daerah, di mana SDF meneruskan serangan untuk memberantas sisa-sisa anggota ISIS di wilayah tersebut.

    Selain dari Baghuz, 45 persen pengungsi yang mendiami kamp al-Hawl berasal dari Mosul, sebuah kota di Irak yang dibebaskan dari pendudukan ISIS pada 2017 oleh koalisi anti-ISIS pimpinan AS.

    "Izinkan saya mengingatkan bahwa pada saat itu, serangan udara oleh AS dan sekutunya mengakibatkan banyak korban warga sipil Irak dan kerusakan infrastruktur publik di kota tersebut," kata Dubes Lyudmila dalam press briefing di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

    Lebih lanjut Lyudmila menjelaskan bahwa warga yang melarikan diri dari Mosul ke kamp al-Hawl tidak dapat kembali ke Irak karena pasukan SDF yang mengontrol kamp tersebut tidak membiarkan mereka keluar.

    "Posisi tidak konstruktif yang didukung AS ini menyebabkan keprihatinan besar. Tampaknya kelompok yang dikontrol AS, baik di al-Hawl maupun di Rukban, dengan sengaja menahan para pengungsi kembali ke tempat tinggal permanen mereka," ujar Lyudmila.

    Selain itu, berdasarkan data PBB, pengungsi yang mendiami kamp al-Hawl kekurangan pasokan air dan listrik, fasilitas sanitasi dasar, serta petugas medis dan obat-obatan. Situasi ini mengakibatkan penyebaran penyakit menular dan memperburuk sanitasi.

    Menurut Lyudmila, komunitas internasional tidak dapat menanggapi penderitaan para pengungsi di al-Hawl. PBB memperkirakan kamp al-Hawl membutuhkan 27 juta dolar AS dana bantuan darurat, sementara saat ini hanya sekitar 4 juta dolar AS yang dapat dikumpulkan.

    Dia menambahkan perhatian Barat terhadap situasi di kamp al-Hawl juga kurang. Padahal, baru-baru ini sebuah konferensi di Brussels yang dihadiri para donor internasional menjanjikan komitmen bantuan kemanusiaan senilai USD7 juta.

    "Saya ingin menekankan bahwa kita berbicara tentang bantuan ke sebuah kamp yang terletak di wilayah yang dikuasai AS dan sekutunya, dengan keterlibatan mekanisme PBB. Ini adalah pertanyaan besar mengapa para donor yang dermawan itu kekurangan dana untuk menyelamatkan para pengungsi dari keadaan mereka yang menyedihkan," tutur dia.

    Lyudmila juga membantah pemberitaan media Barat yang menyatakan bahwa serangan militer Rusia telah memprovokasi krisis kemanusiaan di Idlib, Suriah.

    Menurut dia, serangan tersebut justru ditargetkan untuk menghancurkan kelompok pemberontak Hayat Tahrir Al-Sham. Kelompok tersebut terus menyerang pasukan pemerintah Suriah dan mengakibatkan korban warga sipil.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id