Tunangan Sebut Vonis Mati Pembunuh Khashoggi Tidak Sah

    Fajar Nugraha - 25 Desember 2019 13:46 WIB
    Tunangan Sebut Vonis Mati Pembunuh Khashoggi Tidak Sah
    Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz kutuk vonis mati pembunuh Khashoggi. Foto: AFP
    Ankara: Tunangan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh menggambarkan vonis hukuman mati lima orang sehubungan dengan pembunuhan itu tidak adil dan tidak sah. Menurutnya eksekusi mereka akan semakin menyembunyikan kebenaran.

    Khashoggi menghilang setelah pergi ke konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018, untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahan yang direncanakannya. Tubuhnya dilaporkan dipotong-potong dan dikeluarkan dari gedung dan jenazahnya belum ditemukan.

    Pengadilan Arab Saudi pada Senin menjatuhkan hukuman lima orang mati dan tiga penjara atas pembunuhan tersebut. Sementara tiga orang lainnya dinyatakan tidak bersalah. Seorang penyelidik PBB menuduh Riyadh membuat "ejekan" keadilan dengan membebaskan tokoh-tokoh senior yang mungkin memerintahkan pembunuhan itu.

    Pengadilan Arab Saudi yang memimpin menolak temuan penyelidikan PBB, memutuskan bahwa pembunuhan itu tidak direncanakan, melainkan dilakukan secara mendadak.

    Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi, sedang menunggu di luar konsulat ketika dia masuk untuk mengambil dokumen.

    Dalam sebuah pernyataan pada Selasa 24 Desember, Cengiz mengatakan persidangan tidak mengungkapkan mengapa mereka yang dihukum telah membunuh Khashoggi karena persidangan diadakan secara tertutup.

    "Jika orang-orang ini dieksekusi tanpa ada kesempatan untuk berbicara atau menjelaskan diri mereka sendiri. Kita mungkin tidak akan pernah tahu kebenaran di balik pembunuhan ini," katanya, seperti dikutip AFP, Rabu, 25 Desember 2019.

    "Saya meminta setiap otoritas di dunia untuk mengutuk keputusan pengadilan semacam ini dan segera mencegah eksekusi. Karena ini hanya akan menjadi langkah lain dalam menyembunyikan kebenaran,” tegas Cengiz.


    Pengadilan palsu


    Turki mengatakan pada Senin bahwa hasil persidangan jauh dari melayani keadilan. Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun mengecam putusan tersebut sebagai "penghinaan terhadap kecerdasan pengamat yang adil".

    "Media internasional harus mengejar kasus Khashoggi sampai ada pertanggungjawaban yang benar. Mereka yang bertanggung jawab harus menghadapi keadilan cepat atau lambat," kata Altun di Twitter, menyebut kasus itu sebagai ‘pengadilan palsu’.

    "Pembunuhan tercela ini dilakukan di fasilitas diplomatik terhadap setiap norma diplomatik yang bisa dibayangkan! Kami akan mengikuti kasus ini sampai akhir terlepas dari seberapa tingginya,” ungkapnya.

    Pembunuhan Khashoggi, seorang warga AS dan pengkritik penguasa kerajaan de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menyebabkan kemarahan global. Beberapa pemerintah Barat, serta CIA, mengatakan mereka percaya pangeran memerintahkan pembunuhan itu.

    Pejabat Arab Saudi mengatakan dia tidak memiliki peran, meskipun pada September putra mahkota menunjukkan beberapa pertanggungjawaban pribadi, mengatakan "itu terjadi di bawah pengawasan saya".

    Setelah putusan Senin, sebuah sumber yang akrab dengan penilaian intelijen AS mengatakan lembaga-lembaga utama pemerintah AS menolak validitas proses pengadilan. Para ahli CIA masih percaya Pangeran Mohammad secara pribadi memerintahkan, atau setidaknya menyetujui, pembunuhan itu.

    Sumber itu mengatakan kelima orang yang dihukum mati itu pada dasarnya adalah prajurit dalam pembunuhan itu. Sementara dua pejabat keamanan senior yang dibebaskan memainkan peran yang lebih signifikan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id