Presiden Aljazair Berjanji Segera Mundur Jika Terpilih Kembali

    Willy Haryono - 04 Maret 2019 10:37 WIB
    Presiden Aljazair Berjanji Segera Mundur Jika Terpilih Kembali
    Abdelghani Zaalane, ketua tim kampanye Bouteflika, membacakan surat yang ditulis sang presiden di Aljir, 3 Maret 2019. (Foto: AFP/RYAD KRAMDI)
    Aljir: Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika berjanji akan mundur dalam kurun waktu satu tahun jika terpilih kembali dalam pemilihan umum mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan manajer kampanye Bouteflika, Abdelghani Zaalane, yang disiarkan saluran televisi Ennahar TV.

    Janji mundur dipandang sebagai upaya meredam kemarahan warga Aljazair, yang menilai Bouteflika sudah tidak layak lagi menjadi kepala negara. Bouteflika menderita stroke pada 2013, dan sudah hampir tidak pernah muncul lagi di hadapan publik.

    Namun otoritas Aljazair berkukuh bahwa Bouteflika, yang berkuasa sejak 1999, masih kuat untuk terus memimpin. "Bouteflika sakit saat hendak berkuasa untuk periode keempat pada 2014. Tapi catatan medis dalam lima pekan terakhir memperlihatkan hasil yang baik," ungkap Perdana Menteri Ahmed Ouyahia kepada parlemen Aljazair beberapa waktu lalu.

    Beberapa jam usai pengumuman dari tim kampanye Bouteflika, unjuk rasa terbaru pecah pada malam hari di Aljir dan beberapa kota lainnya. Jumlah demonstran diperkirakan mencapai angka ribuan.

    Polisi antihuru-hara memblokade beberapa ruas jalan di ibu kota. Suasana dalam demonstrasi terbaru ini dilaporkan relatif tenang tanpa ada keributan berarti.

    Seperti dikutip dari laman Middle East Monitor, Senin 4 Maret 2019, pernyataan Bouteflika melalui tim kampanyenya adalah kali pertama sejak aksi protes menentang pemerintahan Aljazair terjadi sepuluh hari lalu. Unjuk rasa itu adalah yang terbesar di Aljazair sejak peristiwa Arab Spring pada 2011.

    Para pengunjuk rasa mendorong Bouteflika untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai presiden, karena pria 82 tahun itu sudah memimpin selama empat periode. Namun Zaalane menyerahkan dokumen pencalonan diri Bouteflika pada Minggu malam. 

    Bouteflika tidak terlihat dalam proses penyerahan dokumen itu. Sebuah saluran televisi di Swiss melaporkan bahwa Bouteflika masih dirawat di sebuah rumah sakit di Jenewa.

    "Saya mendengarkan seruan penuh semangat para pengunjuk rasa, terutama yang berasal dari ribuan pemuda," tulis Bouteflika dalam surat yang dibacakan Zaalane. Dalam tulisannya itu, Bouteflika juga menjanjikan adanya reformasi konstitusi.

    Hingga saat ini belum ada respons dari demonstran mengenai pernyataan Bouteflika, yang sebagian besarnya sudah membubarkan diri saat surat itu dirilis pada malam hari.

    Baca: Anak Mantan PM Aljazair Meninggal dalam Unjuk Rasa

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id