Empat Remaja Tewas Ditembak dalam Demonstrasi di Sudan

    Arpan Rahman - 30 Juli 2019 15:24 WIB
    Empat Remaja Tewas Ditembak dalam Demonstrasi di Sudan
    Demonstran membakar ban dalam unjuk rasa di Khartoum, Sudan, 29 Juli 2019. (Foto: AFP/ASHRAF SHAZLY)
    Khartoum: Empat remaja tewas dalam sebuah unjuk rasa di provinsi Kordofan Utara, Sudan. Komite Pusat Dokter Sudan mengklaim beberapa penembak jitu menembaki sekelompok murid sekolah menengah atas dalam upaya membubarkan aksi protes tersebut, yang berlangsung di kota El-Obeid.

    Sedikitnya lima orang tewas dalam aksi protes tersebut, termasuk empat murid SMA dan satu orang dewasa. Belasan orang juga dikabarkan terluka dalam peristiwa tersebut.

    "Sebagian besar korban ditembak di bagian kaki, kepala dan perut," kata Mustafa Mohammed, seorang dokter di sebuah rumah sakit di kota El-Obeid, dilansir dari Independent, Selasa 30 Juli 2019.

    Kematian lima orang ini memicu seruan dari Asosiasi Profesional Sudan untuk menggelar demonstrasi berskala nasional untuk memicu aksi kekerasan. 

    Demonstrasi anti-pemerintah di Sudan kali pertama terjadi pada Desember. Kala itu, mereka mendesak agar Omar al-Bashir segera mundur dari kursi kepresidenan.

    Empat bulan kemudian, al-Bashir akhirnya digulingkan dari kekuasaan. Bentrokan terjadi setelahnya, karena demonstran meminta agar pemerintahan Sudan tidak dipimpin oleh tokoh militer.

    Bentrokan terparah terjadi di Khartoum pada Juni lalu, yang menewaskan puluhan orang. Menurut laporan terbaru, jumlah korban dalam kekerasan di Sudan pada Juni lalu mencapai 87 orang.

    Baca: Sudan Ingin Belajar Isu Perdamaian dari Indonesia

    Kementerian Kesehatan Sudan awalnya menyebut angka korban tewas mencapai 61 orang. Sedangkan petugas medis oposisi menyebutkan bahwa kekerasan di Khartoum itu menewaskan 127 orang dan melukai 400 lainnya. 

    Fath el-Rahman Saeed, kepala komite investigasi Sudan yang ditunjuk jaksa penuntut umum, mengatakan bahwa sekelompok personel militer menembaki demonstran yang kala itu sedang berunjuk rasa dengan damai.

    Sementara itu, Dewan militer dan demonstran Sudan telah menyepakati perjanjian tentatif terkait pembentukan semacam pemerintahan transisi. Kesepakatan ini menghentikan sementara gejolak politik yang melanda Sudan sejak akhir tahun lalu.
     
    Pemerintahan transisi ini beranggotakan sebelas orang, terdiri dari lima personel militer, lima dari kalangan sipil dan satu lainnya yang disepakati kedua kubu. Periode transisi akan berlangsung selama tiga tahun tiga bulan.
     
    Seorang jenderal akan memimpin pemerintahan transisi selama 21 bulan pertama. Untuk 18 bulan sisanya, posisi akan diisi tokoh sipil.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id