PBB: Serangan Udara Saudi di Yaman Turun 80 Persen

    Willy Haryono - 23 November 2019 20:06 WIB
    PBB: Serangan Udara Saudi di Yaman Turun 80 Persen
    Salah satu bagian dari wilayah Sanaa, Yaman, yang hancur akibat pertempuran antara Houthi dan koalisi Saudi. (Foto: AFP)
    Amman: Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman telah turun drastis dalam kurun waktu dua pekan, usai pemberontak Houthi menawarkan diri untuk menghentikan gelombang serangan lintas perbatasan.

    Pernyataan disampakan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Martin Griffiths di kantornya di Amman, Yordania. Laporan itu disampaikan Griffiths kepada Dewan Keamanan PBB via sambungan video.

    "Jumlah serangan udara Arab Saudi di Yaman turun hingga 80 persen sejak adanya tawaran Houthi," kata Griffiths, disitat dari Yeni Safak, Sabtu 23 November 2019.

    "Ada pertanda penting bahwa sesuatu sedang terjadi di Yaman. Angka rata-rata (jumlah serangan) turun drastis dalam dua pekan. Saya menyadari dua pekan mungkin hanya periode singkat, tapi tetap saja ini merupakan berita baik," lanjut dia.

    Houthi telah menawarkan diri untuk menghentikan serangan roket dan pesawat tanpa awak (drone) ke Arab Saudi, jika Riyadh juga bersedia menyetop serangan udara.

    Griffiths mengatakan dalam dua pekan terakhir, sempat ada periode selama 48 jam di mana tidak ada satu pun serangan udara di Yaman. Peristiwa langka itu disebut Griffiths merupakan kali pertama sejak 2014.

    Selain serangan udara, angka pertempuran darat di kota pelabuhan Hodeida juga turun hingga 80 persen.

    "Upaya untuk menurunkan ketegangan masih berlangsung. Saya berharap kita semua dapat memanfaatkan situasi baik ini," sebut Griffiths.

    Yaman dilanda aksi kekerasan dan kekacauan sejak 2014, saat Houthi menguasai banyak wilayah termasuk ibu kota Sanaa. Intensitas konflik Yaman meningkat drastis pada 2015, saat koalisi Saudi memutuskan mengintervensi.

    Puluhan ribu orang di Yaman -- termasuk warga sipil -- diyakini telah tewas dalam pertempuran antara Houthi dan koalisi Saudi sejak 2015. Pertempuran juga membuat 14 juta warga Yaman terancam kelaparan.

    PBB menyebut konflik Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di era modern.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id