Demo Menentang Pemerintah Lebanon Ricuh, Puluhan Terluka

    Arpan Rahman - 19 Januari 2020 15:02 WIB
    Demo Menentang Pemerintah Lebanon Ricuh, Puluhan Terluka
    Demonstran bentrok dengan aparat keamanan di dekat gedung parlemen di Beirut, Lebanon, 18 Januari 2020. (Foto: ANWAR AMRO / AFP)
    Beirut: Puluhan orang di Beirut terluka usai pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi demonstrasi menentang pemerintah Lebanon, Sabtu 18 Januari. Aksi protes digelar dalam menyerukan perubahan sistem politik dan keuangan Lebanon.

    Aksi dimulai dari berdatangannya para pengunjuk rasa dari semua penjuru ibu kota. Mereka semua bergerak menuju jantung ibu kota Beirut dan berusaha mencapai lapangan Martyr's Square, yang selama berbulan-bulan menjadi titik pertemuan demonstran.

    Aparat keamanan menggunakan gas air mata dan meriam air dalam mencegah pengunjuk rasa mencapai lapangan. Bentrokan kedua kubu pun tak terhindarkan. 

    Palang Merah mengatakan lebih dari 160 orang dari kelompok pedemo dan juga aparat keamanan terluka dalam kericuhan. "Lebih dari 65 orang telah dilarikan ke rumah sakit, dan 100 lainnya dirawat di lokasi," kata juru bicara Palang Merah di Beirut, dikutip dari Al Jazeera, Minggu 19 Januari 2020.

    "Konfrontasi langsung dengan polisi antihuru-hara terjadi di salah satu pintu masuk parlemen," tulis Pasukan Keamanan Internal di Twitter.

    "Kami meminta demonstran damai untuk menjauh dari lokasi kericuhan demi keselamatan jiwa," sambungnya.

    Pasukan Keamanan Internal mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan polisi dalam kondisi terluka. Zeina Khodr dari Al Jazeera mengatakan bahwa "pasukan keamanan gagal menghalau pengunjuk rasa dari Martyr's Square."

    "Para pedemo mengatakan semakin banyak aksi kekerasan yang dilakukan (petugas), maka kami akan semakin revolusioner," lapor Khodr.

    Inti dari aksi protes di Lebanon adalah membongkar sistem politik dan keuangan yang dinilai sudah terlalu tua. 

    Pemerintah terakhir di Lebanon mengundurkan diri di bawah tekanan unjuk rasa pada 29 Oktober lalu. Saat ini, pemerintahan di Lebanon hanya bersifat sementara hingga kabinet baru terbentuk.

    Bank Dunia memperingatkan bahwa angka rata-rata kemiskinan di Lebanon dapat meningkat dari sepertiga ke separuh total populasi jika krisis politik saat ini tidak segera diselesaikan.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id