Mesir Tangkap Aktivis atas Dugaan Kudeta Pemerintah

    Arpan Rahman - 26 Juni 2019 17:08 WIB
    Mesir Tangkap Aktivis atas Dugaan Kudeta Pemerintah
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Kairo: Pihak berwenang Mesir menangkap setidaknya delapan orang, termasuk aktivis terkemuka yang menjadi bagian dari pemberontakan negara 2011. Otoritas menuduh mereka berencana menjatuhkan pemerintah.

    Disitir dari Al Jazeera, Selasa 25 Juni 2019, penangkapan itu mendapat kecaman Amnesty International, yang menggambarkan Mesir sebagai "penjara terbuka" di mana tidak ada oposisi atau laporan independen diizinkan.

    Melalui sebuah pernyataan pada Selasa, Menteri Dalam Negeri Mesir mengatakan Zyad Elelaimy, seorang mantan legislator dan anggota Partai Sosial Demokrat Mesir sekuler, ditahan bersama tujuh orang lainnya.

    Kementerian berkata, mereka yang ditangkap setia kepada Ikhwanul Muslimin, yang ditetapkan Mesir sebagai kelompok ‘teroris’ pada 2013.

    Ia menambahkan bahwa delapan tersangka adalah tokoh paling terkenal yang ditangkap, tetapi tidak merinci berapa banyak lainnya yang ditangkap.

    Pihak berwenang mengaku juga mengidentifikasi dan menargetkan 19 perusahaan dan entitas ekonomi yang dijalankan melalui metode rahasia oleh para pemimpin Ikhwanul Muslimin dan unsur-unsur provokator yang setia padanya.

    Partai Elelaimy adalah salah satu kelompok protes utama dalam pemberontakan 2011 yang menyebabkan tergulingnya penguasa lama Hosni Mubarak. Tetapi mereka juga menentang pemerintah Mohamed Morsi, pemimpin Ikhwanul Muslimin yang menjadi presiden pertama terpilih secara bebas di negara itu pada 2012.

    Morsi digulingkan setahun kemudian dalam kudeta militer yang dipimpin kepala militer saat itu dan Presiden saat ini Abdel Fattah el-Sisi dan segera ditangkap. Pekan lalu, dia pingsan saat tampil di pengadilan di ibu kota, Kairo, dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal.

    Kematian Morsi memicu kritik terhadap pemerintah el-Sisi. Sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduhnya menganiaya mantan presiden dan gagal memberikan perawatan medis yang memadai atau memberi hak tahanan, tuduhan yang dibantah pihak berwenang Mesir.

    Dalam pernyataannya, Kemendagri Mesir menuduh Elelaimy dan tahanan lainnya terlibat dalam sebuah rencana yang dibiayai para pemimpin Ikhwanul Muslimin di luar negeri. Tujuannya "untuk melakukan tindakan kekerasan dan kekacauan terhadap institusi negara secara bersamaan menciptakan keadaan momentum revolusioner".

    Mereka menuduh lima orang di luar Mesir, termasuk mantan kandidat Presiden Ayman Nour dan beberapa tokoh terkemuka Moataz Matar dan Mohamed Nasser karena terlibat dalam dugaan persekongkolan tersebut.

    Ekonom Omar el-Shenety dan jurnalis Hossam Monis dan Hisham Fouad juga ditangkap, katanya.

    Monis menjadi manajer kampanye untuk pemimpin oposisi Hamdeen Sabahi, kandidat yang mencalonkan diri melawan el-Sisi dalam pemilihan presiden 2014. El-Sisi memenangkan pilpres itu dengan hampir 97 persen.

    Abdelaziz el-Husseini, pemimpin senior di Karama, atau partai Martabat, mengatakan Elelaimy dan Monis ambil bagian dalam pertemuan dengan beberapa partai politik dan legislator oposisi untuk membahas berbagai kemungkinan mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen 2020. Pertemuan terbaru mereka pada Senin di Kairo, ia menambahkan.

    Pertemuan itu diikuti Gerakan Demokrasi Sipil (CDM), sebuah koalisi antarpartai liberal dan berhaluan kiri, yang menyerukan pembebasan mereka pada Selasa. Dalam sebuah pernyataan, CDM membantah Elelaimy dan yang lainnya yang ditangkap memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

    Salah satu rekan Elelaimy mengatakan yakin penangkapan itu terkait langkah koalisi buat mencari lebih banyak anggota untuk mempersiapkan pemilihan tahun depan. Amnesty mengkritik penangkapan itu sebagai bagian dari "penganiayaan sistematis pemerintah Mesir dan tindakan brutal terhadap siapa pun yang berani mengkritik mereka."



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id