Iran Tangkap Perekam Video Tragedi Pesawat Ukraina

    Arpan Rahman - 15 Januari 2020 14:22 WIB
    Iran Tangkap Perekam Video Tragedi Pesawat Ukraina
    Puing pesawat maskapai Ukraina di teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: AFP)
    Teheran: Iran mengaku telah menangkap orang di balik rekaman video yang memperlihatkan pesawat maskapai Ukraina jatuh ditembak misil. Diyakini orang tersebut akan menghadapi tuntutan terkait keamanan nasional.

    Dikutip dari BBC, Rabu 15 Januari 2020, media Iran melaporkan bahwa orang yang mengunggah video itu pekan kemarin telah ditangkap Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC).

    Namun seorang jurnalis Iran yang berbasis di London meyakini bahwa sumber yang memberikannya video itu aman-aman saja. Ia meyakini otoritas Iran telah menangkap orang yang salah.

    Sebelumnya di hari yang sama, Selasa 14 Januari, juru bicara pengadilan Iran Gholam Hossein Esmaili mengatakan sejumlah orang telah ditangkap terkait jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA).

    Ia menambahkan, sekitar 30 orang telah ditangkap karena "ambil bagian dalam perkumpulan ilegal." Perkumpulan kemungkinan merujuk pada aksi protes anti-pemerintah yang mengecam tragedi pesawat Ukraina.

    Secara terpisah, New York Times mengatakan rekaman kamera pengawas memperlihatkan dua misil yang ditembakkan ke arah pesawat. Dua misil itu meluncur terpisah, dengan selisih waktu sekitar 20 detik.

    Surat kabar tersebut menjelaskan mengapa transponder pesawat UIA dengan nomor penerbangan PS752 berhenti berfungsi. NY Times menyebut transpondernya rusak terkena misil pertama.

    Pesawat UIA PS752 jatuh di Iran pada Rabu 8 Januari. Awalnya Iran membantah pesawat tersebut terkena misil, namun mengakuinya tiga hari kemudian. Total 176 orang tewas dalam tragedi tersebut.

    Kesalahan fatal berujung kematian tersebut terjadi di hari yang sama Iran meluncurkan belasan misil ke pangkalan Amerika Serikat di Irak. Serangan misil merupakan balasan atas kematian jenderal Qassem Soleimani.

    Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, investigasi tragedi pesawat Ukraina akan dilakukan oleh "pengadilan khusus."

    "Ini tidak akan menjadi kasus biasa. Seluruh dunia akan mengawasi pengadilan ini," ungkap Rouhani.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id