PBB: Pembunuhan Khashoggi Berlangsung Brutal dan Terencana

    Fajar Nugraha - 08 Februari 2019 11:10 WIB
    PBB: Pembunuhan Khashoggi Berlangsung Brutal dan Terencana
    Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
    Jenewa: Pelapor khusus PBB yang memimpin penyelidikan independen atas pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi mengatakan bahwa pembunuhan itu terencana dan berlangsung brutal.

    Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Berniat Bunuh Khashoggi.

    Pernyataan dari Agnes Callamard didasrkan pada bukti yang diperolehnya. Pembunuhan ini juga dilakukan oleh pejabat Arab Saudi.

    “Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan kasus facie prima bahwa Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal dan terencana. Pembunuhan direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Negara Arab Saudi," ujar Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk extrajudicial, ringkasan atau eksekusi sewenang-wenang.

    Callamard menambahkan bahwa keadaan sekitar pembunuhan Khashoggi ‘menuntut perhatian mendesak dari komunitas internasional termasuk PBB.’

    Dia menunjuk sejumlah pelanggaran “baik hukum internasional dan aturan inti hubungan internasional, termasuk persyaratan untuk menggunakan misi diplomatik secara sah.’

    "Jaminan kekebalan tidak pernah dimaksudkan untuk memfasilitasi komisi kejahatan dan membebaskan penulisnya dari tanggung jawab pidana mereka atau untuk menyembunyikan pelanggaran terhadap hak untuk hidup," lanjut pakar PBB itu, seperti dikutip Tass, Jumat, 8 Februari 2019.

    "Keadaan pembunuhan dan tanggapan oleh perwakilan Negara setelahnya dapat digambarkan sebagai 'kekebalan untuk impunitas’,” tegasnya.

    Callamard mengatakan bukti yang diperolehnya akan dianalisis dalam beberapa minggu mendatang. Dia menyerukan semua orang "yang memiliki pengetahuan atau intelijen tentang apa yang terjadi sebelum dan sesudah pembunuhan Khashoggi" untuk membaginya dengan dia.

    Khashoggi, yang dikenal karena kritiknya terhadap kebijakan Arab Saudi, meninggalkan negara asalnya dan pindah ke Amerika Serikat pada 2017. Dia bekerja untuk The Washington Post, menganalisis situasi di Arab Saudi dan kebijakan luar negeri negara itu.

    Pada 20 Oktober, otoritas Saudi mengumumkan bahwa jurnalis itu tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi di Istanbul. Komunitas internasional mengutuk pembunuhan Khashoggi dan menyerukan penyelidikan transparan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id