PM Morrison Bertekad Lindungi Pasukan Australia di Irak

    Willy Haryono - 08 Januari 2020 12:27 WIB
    PM Morrison Bertekad Lindungi Pasukan Australia di Irak
    PM Australia Scott Morrison. (Foto: AFP)
    Canberra: Perdana Menteri Scott Morrison telah memerintahkan pasukan pertahanan negara untuk mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk melindungi semua pasukan dan diplomat Australia di Irak. Pernyataan disampaikan PM Morrison usai Iran meluncurkan belasan roket yang menghantam dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak, Rabu 8 Januari 2020.

    Australia merupakan salah satu negara mitra koalisi pimpinan AS dalam melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Irak. Jumlah personel militer Australia di Timur Tengah berkisar 450.

    Dikutip dari Guardian, PM Morrison memastikan tidak ada prajurit Australia yang tewas atau terluka dalam serangan di pangkalan Ain al-Asad dan Erbil. Sejumlah laporan menyebut serangan Iran tersebut mungkin telah menewaskan atau melukai beberapa individu berkewarganegaraan Irak.

    Mengenai langkah perlindungan warga di Irak, Australia diyakini tengah mempertimbangkan menarik semua pasukan dari negara tersebut. Hal ini sejalan dengan seruan parlemen Irak yang menginginkan agar semua pasukan asing segera pulang ke negara masing-masing.

    Seruan Baghdad melalui sebuah resolusi itu dikeluarkan terkait kematian jenderal asal Iran, Qassem Soleiman. Soleimani tewas dalam serangan udara AS di dekat bandara Baghdad pada Jumat 3 Januari.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marise Payne telah memikirkan "sejumlah implikasi" yang mungkin terjadi jika Pemerintah Irak mengusir pasukan Australia.

    Meski jumlah prajuritnya di Irak relatif sedikit, Australia merupakan salah satu mitra paling setia dalam koalisi AS. Mundurnya Canberra dari Irak dapat menjadi pukulan telak bagi Washington.

    Jerman, yang juga memiliki pasukan di Irak, berencana menarik sebagian personel militernya. Menlu Heiko Maas mengatakan, para prajurit Jerman yang bertugas di Baghdad dan Taji akan dipindahkan ke Yordania.
     
    Maas menyebut keputusan menarik sebagian personel militer ini diambil atas dasar alasan keamanan. "Jika parlemen dan pemerintah sudah tidak mau lagi ada pasukan asing di Irak, maka pasukan Jerman tidak akan ada lagi di sana," ujar Maas.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id