Bentrokan Berlanjut di Aljazair, Polisi Tangkap 108 Orang

    Willy Haryono - 13 April 2019 15:03 WIB
    Bentrokan Berlanjut di Aljazair, Polisi Tangkap 108 Orang
    Unjuk rasa menentang kelompok elite di Aljazair berlangsung setiap hari Jumat sejak Februari 2019. (Foto: AFP/Getty)
    Aljir: Bentrokan antara demontran dan polisi terus berlanjut di Aljazair dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir pada Jumat 12 April. Unjuk rasa menentang kepemimpinan segelintir elite Aljazair ini berlangsung setiap hari Jumat sejak dua bulan lalu.

    Polisi menggunakan meriam air dan juga gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa di Aljir. Para demonstran mendesak agar presiden interim Aljazair, Abdelkader Bensalah, segera mundur dari tampuk kekuasaan.

    Menurut keterangan otoritas Aljazair, dikutip dari laman BBC, Sabtu 13 April 2019, polisi menangkap 108 "penyusup" di akhir demonstrasi. Penangkapan dilakukan setelah 27 aparat dikabarkan terluka dalam bentrok.

    Abdelaziz Bouteflika mengundurkan diri dari jabatan presiden Aljazair pekan kemarin. Dia digantikan sementara oleh Bensalah, yang berjanji menggelar pemilihan umum pada 4 Juli mendatang.

    Namun banyak demonstran memandang Bensalah sebagai orang yang terlalu dekat dengan Bouteflika. Ratusan ribu orang pun mendesak Bensalah untuk mundur.

    Unjuk rasa di Aljazair dimulai pada Februari lalu, dengan fokus kemarahan ditujukan kepada para elite Aljazair, bukan hanya Bouteflika. Para demonstran sering turun ke jalan dan membawa spanduk berisikan desakan untuk mengakhiri era "sekelompok elite" di pemerintahan.

    Sekitar 70 persen dari total populasi di Aljazair berusia di bawah 30 tahun. Tingkat pengangguran di kalangan pemuda Aljazair relatif tinggi.

    Rabu kemarin, kepala militer Aljazair Letnan Jenderal Gaid Salah mengeluarkan pernyataan publik perdana usai Bensalah menjadi presiden interim. Dalam pidato di televisi, dia mengingatkan para demonstran bahwa aksi dan desakan mereka dapat merusak konstitusi negara.

    Salah juga meminta otoritas yudisial Aljazair untuk menginvestigasi "keseluruhan geng" -- istilah yang digunakan untuk menyebut lingkaran dalam Bouteflika.

    Sejumlah orang menilai Bouteflika hanyalah 'boneka' yang dikendalikan sekelompok pebisnis, politikus dan perwira militer. Sejauh ini unjuk rasa relatif damai, meski bentrokan terkadang terjadi terutama pada Selasa dan Rabu kemarin.

    Baca: Aljazair Umumkan Pemilu Akibat Tekanan Protes

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id