Indonesia Harus Terus Perjuangkan Solusi Adil untuk Palestina

    Marcheilla Ariesta - 04 April 2019 18:01 WIB
    Indonesia Harus Terus Perjuangkan Solusi Adil untuk Palestina
    Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
    Jakarta: Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab mengatakan Indonesia perlu meluruskan masalah Dataran Tinggi Golan. Ini menyusul pengakuan Amerika Serikat (AS) atas kedaulatan Israel di sana.

    Baca juga: Indonesia Tegaskan Dataran Tinggi Golan Bagian dari Suriah.

    "Saya kira Indonesia perlu untuk meluruskan hal yang tidak tepat dari pemerintah Amerika yang menganeksasi Golan sebagai bagian dari Israel," katanya di Jakarta, Kamis 4 April 2019.

    "Itu tidak sesuai dengan hukum internasional," tegasnya.

    Tak hanya itu, menurut Alwi, Indonesia juga perlu meluruskan perlakuan Israel kepada Gaza dan kekerasan lainnya. Dia mengatakan Indonesia selalu memberikan solusi yang adil dan damai untuk Israel dan Palestina.

    "Saya kira Indonesia sejak dulu sampai sekarang senantiasa memperjuangkan solusi yang adil, perdamaian yang adil untuk kedua negara," imbuhnya.

    Peran Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dianggap mempunyai bobot cukup untuk mengusahakan isu Palestina dan Israel. Dia menganggap kedudukan Indonesia cukup penting.

    "Walau pun tidak menentukan atau membuat keputusan, namun kedudukan Indonesia bisa menciptakan opini publik. Karena, suara di sana lebih banyak diliput daripada di Indonesia," ungkapnya.

    Alwi menambahkan Indonesia juga bisa berinteraksi dengan negara-negara super power. RI dinilai dapat mempengaruhi mereka.

    "Jadi, jangan terlalu jauh menyimpang dari hukum internasional, dan berusaha mengupayakan inisiatif-inisiatif baru yang melalui one on one, melalui diskusi tentu akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk perdamaian, maupun untuk nama Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan," tegasnya.

    Baca juga: Indonesia Dukung Pembahasan Status Golan di DK PBB.

    Indonesia mulai menjadi anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020 pada 1 Januari lalu. Selama tiga bulan awal menjabat sebagai anggota tidak tetap, Indonesia selalu menyampaikan akan membawa isu Palestina jika menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Memenuhi kampanye tersebut, pada 22 Januari 2019, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara mengenai Palestina di Sidang DK PBB tentang Timur Tengah.
     
    Menlu Retno juga melakukan kunjungan ke kemah pengungsi Palestina di Amman, Yordania. Indonesia juga melakukan penandatanganan perjanjian pemberian bantuan kemanusiaan melalui UNRWA, lembaga kemanusiaan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina.
     
    Jumlah bantuan yang diberikan Indonesia sebanyak USD1 juta. Indonesia juga melakukan pelatihan peningkatan kapasitas bagi warga Palestina.

    Pada Mei 2019 nanti, Indonesia akan memegang keketuaan DK PBB selama sebulan. Indonesia mengambil tema penjaga perdamaian dalam keketuaan nanti. Tema diambil karena sama dengan visi Indonesia menjadi mitra perdamaian dunia.


       https://www.youtube.com/watch?v=ghMzvoFJFbA



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id