Belasan Imigran Haiti Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam

    Arpan Rahman - 01 April 2019 16:00 WIB
    Belasan Imigran Haiti Tewas dalam Insiden Kapal Tenggelam
    Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: Medcom.id)
    Cockburn Town: Sedikitnya 14 imigran asal Haiti tewas usai kapal mereka terbalik dan tenggelam di perairan Royal Turks and Caicos Islands -- salah satu Wilayah Seberang Laut Britania.

    Komisioner interim Kepolisian Royal Turks and Caicos, Trevor Botting, mengatakan bahwa 14 imigran lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian. Penyelamatan langsung dilakukan tak lama usai kapal itu tenggelam di dekat pulau tak berpenghuni West Caicos pada Minggu 31 Maret, sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

    "Hari ini kami telah menggunakan seluruh komponen kelautan kami dengan didukung badan penyelamatan. Operasi pencarian masih berlangsung. Kami belum tahu kapan operasi ini akan berakhir," kata Botting, disitir dari laman UPI.

    Operasi pencarian sempat dihentikan pada pukul 18.00 dan dilanjutkan kembali hari ini, Senin 1 April 2019.

    "Saat ini kami belum dapat memastikan ada berapa banyak orang di kapal tersebut," tutur Botting. Ia menambahkan, pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut, untuk mengetahui lebih jauh mengenai situasi sebenarnya saat kapal tenggelam.

    "Ini adalah tragedi yang menyedihkan. Kami mengungkapkan belasungkawa serta simpati mendalam kepada keluarga korban," sebut Botting, yang mengimbau para imigran di luar sana untuk memikirkan kembali jika ingin menyeberangi lautan dengan kapal kecil.

    Haiti dilanda gelombang aksi protes sejak awal Februari mengenai memburuknya situasi perekonomian. Hal tersebut membuat sejumlah warga memilih meninggalkan Haiti untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain.

    Masih di bulan Februari, sedikitnya 28 warga Haiti tewas saat kapal mereka tenggelam di lepas pantai Abaco, Bahama.

    Lima belas korban selamat dan 13 jenazah ditemukan dalam operasi gabungan RBDF dan Penjaga Pantai Amerika Serikat. Satu hari setelahnya, dua korban selamat ditemukan dan juga tambahan 15 jasad.
     
    Dalam sebuah tulisan di Twitter, Kedutaan Besar AS di Haiti mengatakan bahwa kapal berisi imigran itu biasa digunakan sindikat perdagangan manusia di Haiti. "Tidak ada perjalanan yang layak dilakukan jika nyawa taruhannya. Tolong ingatkan kepada keluarga dan masyarakat bahwa operasi penyelundupan manusia itu berbahaya dan sering berujung tragedi," sebut Kedubes AS.
     
    RDBF menyebut tahun ini sekitar 300 warga Haiti telah ditangkap karena memasuki wilayah negara lain secara ilegal dalam empat insiden terpisah.

    Baca: 40 Imigran Hilang dalam Insiden Kapal Tenggelam di Haiti



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id