Sekitar 1.700 Warga Kurdi Suriah Mengungsi ke Irak

    Fajar Nugraha - 18 Oktober 2019 18:10 WIB
    Sekitar 1.700 Warga Kurdi Suriah Mengungsi ke Irak
    Para warga Kurdi yang mengungsi dan bergerak ke luar Suriah. Foto: AFP
    Baghdad: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa hampir 1.700 orang, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari pertempuran di Suriah timur laut dan menyeberang ke Irak dalam beberapa hari terakhir.

    "Untuk hari keempat berturut-turut, UNHCR telah menerima ratusan pengungsi yang melintasi perbatasan ke Irak dari Suriah timur laut," kata Juru Bicara badan pengungsi PBB Andrej Mahecic kepada wartawan di Jenewa, seperti dikutip AFP, Jumat, 18 Oktober 2019.

    Mahecic pertama kali mengatakan bahwa lebih dari 1.600 pengungsi Suriah telah diangkut dari daerah perbatasan ke kamp pengungsi Bardarash sekitar 150 kilometer timur perbatasan Suriah-Irak. Dia turut menambahkan bahwa 734 orang lain telah terdaftar melintasi perbatasan semalam .

    “Kamp telah dipersiapkan untuk menerima kedatangan gelombang pengungsi terbaru yang melarikan diri dari pertempuran di Suriah utara,” tegas Mahecic.

    PBB saat ini memperkirakan sekitar 166.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka sejak Turki melancarkan ofensif di Suriah timur laut pada 9 Oktober.

    Pengamat perang Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah menempatkan angka itu jauh lebih tinggi. Mereka menyebutkan lebih dari 300.000 warga sipil telah terlantar akibat serangan itu, menyebutnya sebagai salah satu pergolakan terbesar sejak perang saudara Suriah dimulai pada 2011.

    Monitor itu mengatakan hampir 500 orang telah tewas termasuk puluhan warga sipil, mayoritas di pihak Kurdi.

    Mahecic mengatakan bahwa para pengungsi yang tiba di Irak mengatakan kepada staf UNHCR bahwa "mereka butuh waktu berhari-hari untuk mencapai perbatasan ketika mereka melarikan diri di tengah penembakan dan pertempuran".

    "Sebagian besar pendatang baru adalah perempuan, anak-anak dan orang tua," katanya, seraya menambahkan bahwa beberapa telah "memerlukan dukungan psikososial".

    Sementara itu, Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan telah merevisi rencana bantuan makanan bulanan di timur laut Suriah, dengan tujuan mendukung sekitar 580.000 orang di wilayah ini bulan ini saja.

    "WFP saat ini memiliki persediaan ransum bantuan makanan umum yang mencukupi untuk lebih dari 500.000 orang dan ransum siap makan yang cukup untuk 132.000 orang," pungkas Juru Bicara WFP Herve Verhoosel.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id