• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Turki Pecat 18.632 Pegawai Negara Terkait Kudeta 2016

Marcheilla Ariesta - 08 Juli 2018 17:27 wib
Warga Turki melambaikan bendera di atas Jembatan Bosphorus.
Warga Turki melambaikan bendera di atas Jembatan Bosphorus. (Foto: AFP).

Ankara: Otoritas Turki memerintahkan pemecatan kepada lebih dari 18.600 pegawai negara, termasuk polisi, tentara dan akademisi. Pemecatan dilakukan dua tahun usai kudeta militer gagal.

Pejabat Gazette mengatakan 18.632 orang dipecat termasuk 8.998 petugas polisi. Media lokal mengindikasikan ini adalah pemecatan terakhir setelah puluhan hingga ratusan ribu pegawai dipecat selama dua tahun terakhir.

Turki telah dalam keadaan darurat sejak militer berusaha menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Juli 2016. Sejak masa itu, pemecatan terus dilakukan pemerintahan darurat.

Periode pemerintahan darurat akan berakhir pada 19 Juli mendatang.

Dilansir dari laman AFP, Minggu 8 Juli 2018, para kritikus mengatakan Erdogan menggunakan kekuatan ekstra di bawah pemerintahan darurat. Sementara itu, pemerintahan darurat sudah diperbarui tujuh kali dan diduga menargetkan lawan penguasa.

Uni Eropa dan para kritikus berulang kali menyerukan agar Ankara mengakhirinya. Namun, pemerintah merasa perlu menghapus beberapa ancaman teror dari dalam lembaga negara.

Sementara itu, pemerintahan baru akan segera diumumkan di Turki, usai Erdogan kembali memegang tampuk kekuasaan lewat pemilihan umum.

"Pemerintah baru akan diumumkan pada Senin depan. Kabinet akan mulai bekerja dan keadaan darurat akan diselesaikan," kata Perdana Menteri Binali Yildrim pekan lalu.

Erdogan akan dilantik pada Senin depan, akan ada upacara mewah dalam pelantikan tersebut. Dia bersumpah, dalam kampanyenya, akan mengangkat keadaan darurat jika terpilih kembali.


(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.