Houthi Serang Pabrik Air Bersih di Arab Saudi

    Fajar Nugraha - 20 Juni 2019 17:07 WIB
    Houthi Serang Pabrik Air Bersih di Arab Saudi
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Jizan: Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman kembali menargetkan serangan ke wilayah Arab Saudi. Kali ini sebuah pabrik desalinasi di Provinsi Jizan menjadi target.

    Pabrik proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air ini, sangat penting agar warga bisa mendapatkan air bersih.

    “Pada Rabu 19 Juni 2019 malam, proyektil roket menyerang pabrik yang di daerah Al-Shuqaiq, Jizan,” ujar , Juru Bicara Pasukan Koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki kepada kantor resmi Saudi Press Agency, yang dikutip AFP, Kamis, 20 Juni 2019.

    “Tidak ada korban atau kerusakan atau kerusakan dalam kejadian ini. Kami masih menyelidiki proyektil,” imbuh Al-Maliki.

    Pemberontak Houthi, yang menghadapi pengeboman koalisi terus-menerus sejak Maret 2015, telah meningkatkan serangan rudal dan pesawat tak berawak melintasi perbatasan dalam beberapa pekan terakhir.

    Pekan lalu, serangan rudal pemberontak di bandara internasional di kota Abha di Pakistan baratlaut melukai 26 warga sipil, menarik janji "aksi keras" dari koalisi.

    Human Rights Watch (HRW) mengecam penyerangan minggu lalu sebagai "kejahatan perang" yang nyata. HRW juga mendesak Houthi untuk segera menghentikan semua serangan terhadap infrastruktur sipil di Arab Saudi.

    Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional dengan Iran, yang Arab Saudi telah berulang kali menuduh memasok senjata canggih kepada pemberontak. Teheran membantah tuduhan itu.

    Media Pemerintah Arab Saudi telah melaporkan intensifikasi serangan udara koalisi terhadap posisi pemberontak di Provinsi Hajjah Yaman utara dan Ibu Kota Sanaa.

    Koalisi campur tangan dalam mendukung pemerintah Yaman pada 2015 ketika Presiden Abedrabbo Mansour Hadi melarikan diri ke pengasingan di Arab Saudi. Presiden Hadi melarikan diri ketika pemberontak Houthi mendekati wilayah terakhirnya yang tersisa di dan sekitar kota Aden.

    Sejak itu, konflik telah menewaskan puluhan ribu orang, banyak dari mereka warga sipil, kata lembaga bantuan. Ini telah memicu apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan lebih dari 24 juta orang Yaman -lebih dari dua pertiga populasi- membutuhkan bantuan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id