40 Warga Tewas dalam Rangkaian Protes Baru di Irak

    Medcom - 29 November 2019 11:00 WIB
    40 Warga Tewas dalam Rangkaian Protes Baru di Irak
    Protes yang terjadi di Irak menentang pemerintah yang dianggap terlalu banyak korupsi. Foto: AFP
    Nasiriyah: Para pedemo membombardir kota-kota Irak atas tindakan keras antipemerintah yang menewaskan hampir 40 demonstran menyusul pembakaran gedung konsulat Iran pada Kamis. Hari itu menjadi hari tumpah darah atas sikap korupsi pemerintah yang merajalela.

    Baghdad diguncang oleh perusuh jalanan sejak invasi pimpinan AS tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein. Mereka membuat gerakan protes yang menimbulkan amarah terhadap pemerintah dan para pendukungnya di negara tetangga Iran.

    Dirilis dari The Guardian, Jumat, 29 November 2019, aksi kekerasan pada Kamis menyebabkan total korban tewas menjadi lebih dari 390 jiwa, dengan lebih dari 15.000 terluka sejak protes dimulai 1 Oktober

    Menurut Komisi Hak Asasi Manusia Irak, hasil data tertinggi berada di Kota Nasiriyah, ditemukan 25 orang tewas pada Kamis, 28 November. Aparat keamanan menggunakan aksi berlebihan untuk membubarkan demonstrasi.

    Dua demonstran lainnya tewas di Baghdad dan sepuluh lainnya tewas di kota suci Syiah Najaf, tempat para pengunjuk rasa membakar gedung konsulat Iran Rabu malam.

    Kerumunan berontak pada pengaruh politik Teheran di Irak dengan menyerbu dan menggagalkan misi, menyerukan "Kemenangan bagi Irak!" dan "Iran keluar!"

    “Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi, memerintahkan para panglima militer untuk menempatkan pasukannya di beberapa provinsi untuk ‘memberlakukan keamanan dan memulihkan ketertiban’ pada Kamis,” ucap seorang anggota militer Irak.

    Selain itu, pada sore hari, PM Irak memecat seorang komandan, Jenderal Jamil Shummary, di tengah-tengah keributan. Gubernur Dhi Qar, langsung mengundurkan diri untuk memberikan penjelasan malam itu.

    “Lebih dari 200 orang juga terluka ketika aparat keamanan membersihkan kawasan dengan menembakkan peluru langsung,” pungkas petugas medis dan keamanan Irak.



    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id