Turki Klaim Telah Lumpuhkan 415 Teroris di Suriah

    Willy Haryono - 12 Oktober 2019 20:02 WIB
    Turki Klaim Telah Lumpuhkan 415 Teroris di Suriah
    Turki mulai menginvasi Suriah utara sejak 9 Oktober 2019. (Foto: AFP/File / Delil SOULEIMAN)
    Ankara: Jumlah "teroris" Kurdi yang telah dilumpuhkan dalam operasi anti-terorisme di Suriah utara telah mencapai 415 orang. Demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Nasional Turki pada Sabtu 12 Oktober 2019.

    Otoritas Turki biasa menggunakan kata "melumpuhkan" untuk merujuk pada status tewas, menyerah atau ditangkap.

    Kantor berita Anadolu Agency melaporkan bahwa angka terbaru dari Kemenhan Turki diumumkan via Twitter. Disebutkan bahwa operasi militer Turki di Suriah utara berlanjut sepanjang Jumat hingga malam hari.

    "Para teroris telah terkena serangan darat dan udara," lanjut Kemenhan Turki, dilansir dari Bernama.

    Turki melancarkan Operasi Musim Semi Perdamaian di Suriah utara sejak Rabu 9 Oktober. Tujuan utama operasi atau invasi tersebut adalah mengeliminasi semua pasukan Kurdi dari wilayah perbatasan Turki.

    Ankara menganggap para milisi Kurdi yang tergabung dalam aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) sebagai "teroris" perpanjangan tangan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Selama bertahun-tahun, PKK telah melakukan pemberontakan di wilayah Turki.

    Sementara bagi Amerika Serikat, SDF dan milisi Kurdi lainnya adalah mitra utama dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah.

    AS telah meminta Turki untuk segera menghentikan operasi penyerangan di Suriah utara. Turki memulai operasi di Suriah usai Presiden AS Donald Trump memerintahkan agar pasukan Negeri Paman Sam ditarik dari Suriah.

    Penarikan pasukan itu dianggap sebagai "lampu hijau" bagi Turki untuk melancarkan serangan ke Suriah utara.

    Trump telah berkata bahwa dirinya ingin mengupayakan adanya gencatan senjata antara Turki dan pasukan Kurdi. Namun Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan operasi militer negaranya akan terus berlanjut.
     
    Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 100 ribu warga Suriah utara telah melarikan diri dari rumah mereka masing-masing pada Rabu 9 Oktober.
     
    Sedikitnya sebelas warga sipil tewas sejak invasi Turki dimulai, dan sejumlah grup hak asasi manusia memperkirakan jumlahnya dapat terus bertambah.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id