• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

TKI di Arab Saudi Butuh Rp8 M untuk Bebas dari Eksekusi

Fajar Nugraha - 08 November 2018 11:37 wib
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel bersama ibunda TKI, Eti binti Toyib. (Foto: Dok.Kemenaker).

Riyadh: Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, Eti binti Toyib, saat ini menjalani proses hukum atas tuduhan membunuh majikannya. Namun masih ada harapan untuk Eti untuk bebas.
 
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan bahwa kasus Eti bisa menemukan secercah harapan. Keluarga dari majikan yang dibunuh oleh Eti sepakat mengenai uang diyat.
 
Baca juga: Nasib Eti dan Tuty di Ujung Tanduk.
 
"Keluarga korban sudah sepakat. Saat ini kami tengah berupaya mengumpulkan uang tersebut," ujar Dubes Agus, kepada Medcom.id, Kamis 8 November 2018.
 
Pada awalnya pihak keluarga korban meminta uang diyat sebesar 30 juta Riyal atau setara Rp116 miliar. Namun dengan lobi yang dilakukan pihak KBRI, uang itu ditawar menjadi 5 juta Riyal atau sekitar Rp20 miliar.
 
Untuk saat ini sudah terkumpul uang mencapai Rp10 miliar dan pemerintah dalam peraturannya hanya bisa mengeluarkan dana sebesar Rp2 miliar. Kini yang tersisa mencapai Rp8 miliar untuk membantu kebebasan dari Eti.
 
"Insya Allah kita dikasih kemudahan untuk mencari bantuan. Sementara batas pembayaran itu pada Ramadhan 1440 H atau sekitar Juni 2019," tutur Dubes Agus.
 
Eti yang merupakan TKI  warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Majalengka itu, tuduh telah bersekongkol dengan tenaga kerja lain dari India, meracuni majikan mereka hingga meregang nyawa.
 
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, kasus Eti sudah divonis mati lewat putusan yang bersifat inkracht alias tetap.
 
Baca juga: 13 WNI Terancam Hukuman Mati di Arab Saudi.
 
Hukuman terhadap Eti, sambung dia, juga sedang diupayakan agar lebih ringan. Hukuman mati bagi Eti adalah jenis qisas, yang masih bisa diampuni jika dimaafkan oleh ahli waris korban dan kasusnya diselesaikan dengan diyat.
 
Diyat adalah salah satu cara lolos dari satu hukuman di Arab Saudi. Diyat diberikan dalam bentuk barang atau uang kepada keluarga korban untuk menghilangkan dendam, meringankan beban korban dan keluarganya. Diyat disyariatkan dalam pembunuhan dan penganiayaan.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.