Sekelompok Turis Tewas Diterjang Banjir di Kenya

    Arpan Rahman - 03 September 2019 14:50 WIB
    Sekelompok Turis Tewas Diterjang Banjir di Kenya
    Seorang pria berada di area ngarai Taman Nasional Kenya, 2 September 2019. (Foto: AFP.TONY KARUMBA)
    Nairobi: Tim penyelamat menemukan tujuh jasad yang merupakan sekelompok turis beserta sopir mereka di Taman Nasional Kenya. Ketujuh korban tewas akibat diterjang banjir bandang yang datang secara mendadak.

    Ivraj Singh Hayer adalah salah satu korban selamat dari insiden tersebut. Sementara sang istri serta lima anggota keluarga lainnya, termasuk dua anak-anak, dinyatakan meninggal.

    Peristiwa bermula saat sebuah grup keluarga berjumlah 13 orang bertolak dari Nairobi menuju kota Kisumu untuk berlibur. Meski saat itu hujan mulai turun, mereka semua tetap mengunjungi area ngarai di Taman Nasional Hell's Gate karena pemandu wisata mereka mengatakan lokasinya aman untuk dikunjungi.

    Namun, guyuran hujan membuat ketinggian air di beberapa tempat meningkat dan berpotensi memicu banjir bandang.

    "Air datang entah dari mana sekitar pukul 15.00. Pemandu di samping saya berteriak, 'air menghanyutkan kami semua.'" kata Hayer, dikutip dari Sky News, Senin 2 September 2019.

    Saat banjir mulai menerjang, beberapa anggota keluarga Hayer melompat ke satu sisi, sementara sisanya hanyut terbawa arus.

    "Pemandu wisata berusaha menyelamatkan keponakan saya, tapi mereka terpeleset dan tersapu banjir," ujar Hayer.

    "Selama lebih dari satu jam, kami berpegangan erat hingga banjirnya surut, dan kami berhasil selamat," lanjutnya.

    Lima korban tewas adalah warga Kenya keturunan India. Dua korban tewas lainnya adalah satu warga India dan seorang sopir lokal.

    Jasad ketujuh korban ditemukan 30 kilometer dari lokasi kejadian. Wilayah ngarai di Taman Nasional Hell's Gate, yang pernah digunakan dalam pengambilan gambar film Tomb Raider II: Cradle of Life, rentan diterjang banjir bandang.

    Pada 2012, tujuh orang dari grup sebuah gereja tewas diterjang banjir saat berjalan di area ngarai tersebut. Badan Alam Liar Kenya (KWS) menyebut area ngarai itu ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan karena "hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut."




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id