25 Ribu Koala Diperkirakan Mati akibat Kebakaran Australia

    Arpan Rahman - 08 Januari 2020 15:03 WIB
    25 Ribu Koala Diperkirakan Mati akibat Kebakaran Australia
    Relawan menolong seekor koala yang mengalami dehidrasi di Port Mcquarie, Australia, 2 November 2019. (Foto: AFP/Saeed Khan)
    Kingscote: Sekitar 25 ribu koala diperkirakan mati dalam kebakaran di Kangaroo Island, Australia Selatan. Hingga Rabu 8 Januari 2020, kebakaran hutan di Kangaroo Island telah menghanguskan 155 ribu hektare lahan, atau sepertiga dari total luas wilayah pulau tersebut.

    Kobaran api di Kangaroo Island terkonsentrasi di area barat yang dihuni banyak spesies, termasuk koala. Dari estimasi 50 ribu koala yang hidup di Kangaroo Island, separuhnya telah mati.

    Selain koala, hewan lain seperti tikus dunnart dan burung kakatua hitam dikhawatirkan mati dalam kebakaran di Kangaroo Island.

    "Banyak area mencari makan dan berkembang biak di pesisir utara (Kangaroo Island) telah hangus terbakar," kata Daniella Teixeira, disitat dari Guardian, Selasa 7 Januari 2020.

    Kebakaran hutan di Kangaroo Island dimulai dari sejumlah sambaran petir di taman nasional Flinders Chase. Dua orang tewas dalam kebakaran tersebut, dan sektor pertanian serta pariwisata di Kangaroo Island diperkirakan akan menurun drastis.

    Sam Mitchell, wakil pemilik taman Kangaroo Island Wildlife Park, mengatakan kepada Guardian bahwa dirinya telah menerima sejumlah hewan yang terluka akibat kebakaran hutan, termasuk 50 ekor koala.

    Koala mulai dibawa ke Kangaroo Island di era 1920-an, sebagai upaya meningkatkan jumlah hewan tersebut yang terus berkurang di Australia kala itu. Koala yang dibawa ke Kangaroo Island bebas dari chlamydia, sebuah penyakit yang dapat memicu kebutaan hingga kematian.

    Populasi koala di Kangaroo Island sempat melonjak, dan pemerintah mengenalkan sebuah program untuk mengurangi jumlah mereka.

    Mitchell mengatakan warga Kangaroo Island mengestimasi jumlah koala di pulau mereka berkisar 50 ribu. "Mungkin lebih dari separuhnya sudah mati, tapi sejauh ini semua itu hanya perkiraan," sebut Mitchell.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id