Iran Mulai Bagikan Bantuan Langsung Tunai

    Willy Haryono - 19 November 2019 10:12 WIB
    Iran Mulai Bagikan Bantuan Langsung Tunai
    Warga Iran beraktivitas di area Tajrish Bazaar, Teheran, 18 November 2019, (Foto: AFP/ATTA KENARE)
    Teheran: Pemerintah Iran mulai membagikan bantuan langsung tunai kepada 60 juta warga di tengah berlangsungnya unjuk rasa menentang penjatahan dan penaikan harga bahan bakar minyak, Senin 18 November.

    Pemberian dana tunai ini merupakan janji Iran yang mengatakan langkah penjatahan dan penaikan memang bertujuan untuk membantu puluhan juta warga miskin.

    Iran juga menyebut langkah terbaru ini merupakan bagian dari upaya mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih penting. Penaikan harga BBM di Iran berkisar 50 hingga 300 persen.

    Pengumuman penaikan harga BBM dilakukan Iran pada Kamis 14 November. Karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, banyak warga marah dan berunjuk rasa di sejumlah kota.

    Dikutip dari Guardian, pembagian bantuan langsung tunai di Iran disalurkan bertahap mulai dari Selasa 19 November 2019 hingga Sabtu mendatang. Dana tunai ini ditujukan kepada 60 juta warga termiskin di Iran.

    Melalui skema kompensasi, warga Iran yang berhak mendapat bantuan langsung tunai akan menerima uang senilai USD13 hingga USD48 (Rp183 ribu - Rp676 ribu) per bulan. Menurut juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei, nilai bantuan yang diterima tergantung dari jumlah anggota keluarga.

    Rabiei menegaskan, masyarakat berhak berunjuk rasa atas hal apapun. Namun ia meminta agar mereka semua tidak melakukan perusakan atau mendukung provokator.

    "Jika diperlukan, kami akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang mengganggu ketertiban dan keamanan publik," ujar Garda Revolusioner Iran.

    Beberapa media lokal menyebut, sekitar 100 bank dan 57 toko telah dirusak atau dijarah pengunjuk rasa di Iran. Di kota Isfahan, 69 bank dikabarkan telah dibakar massa.

    Agensi intelijen Iran menyebut 87.400 orang ikut serta dalam demo BBM di seantero negeri. Pemerintah Iran berusaha meredam aksi protes ini dengan membatasi akses internet, namun hal tersebut justru semakin menyulut kemarahan warga.

    "Saya sedang berusaha menghidupkan kembali internet. Saya paham masyarakat kesal atas pemutusan ini," sebut Menteri Teknologi Informasi Iran, Mohammad Javad Azari Jahromi.

    Sejauh ini, menurut keterangan beberapa media lokal, aksi kekerasan dalam gelombang protes di Iran telah menewaskan 12 orang.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id