Presiden Aljazair Batalkan Pencalonan untuk Masa Jabatan Kelima

    Arpan Rahman - 12 Maret 2019 14:33 WIB
    Presiden Aljazair Batalkan Pencalonan untuk Masa Jabatan Kelima
    Abdelaziz Bouteflika batal calonkan diri sebagai Presiden Aljazair untuk kelima kalinya. (Foto: AFP).
    Aljier: Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika telah menunda maju ke pemilihan presiden 18 April. Ia katakan tidak akan memburu masa jabatan kelima. Pencalonan Presiden Bouteflika telah memicu protes massa di seluruh Aljazair selama beberapa pekan terakhir.

    Dia telah memimpin Aljazair selama 20 tahun terakhir. Tetapi jarang terlihat di depan umum sejak menderita stroke pada 2013.

    Tidak ada jadwal baru untuk pilpres yang ditetapkan. Perombakan kabinet akan segera terjadi, kata pernyataan atas nama Bouteflika. Tidak ada petunjuk dalam pengumuman itu bahwa presiden bermaksud untuk mundur sama sekali sebelum pemilu yang dijadwalkan ulang.

    Sementara itu, Perdana Menteri Aljazair Ahmed Ouyahia mengumumkan pengunduran dirinya dan digantikan oleh Menteri Dalam Negeri Noureddine Bedoui, yang telah ditugaskan membentuk pemerintahan baru, kantor berita resmi APS melaporkan.

    "Tidak akan ada masa jabatan kelima," kata Bouteflika seperti dikutip dalam sebuah pernyataan. "Tidak pernah ada pertanyaan tentang itu bagi saya. Mengingat kondisi kesehatan dan usia saya, tugas terakhir saya terhadap masyarakat Aljazair selalu berkontribusi pada pembentukan Republik baru," cetusnya, seperti disitir dari laman BBC, Senin 11 Maret 2019.

    Dia berjanji pekan lalu bahwa dia akan mundur lebih awal jika terpilih kembali -- tetapi jaminan itu gagal menenangkan ribuan demonstran. Aljazair dilanda pemogokan oleh para guru dan mahasiswa, serta toko-toko tutup dan layanan kereta dihentikan sementara ribuan orang turun ke jalan.

    Tekanan meningkat pada Bouteflika supaya mundur ketika lebih dari 1.000 hakim mengatakan pada Senin bahwa mereka akan menolak untuk mengawasi pemilu yang direncanakan jika ia menjadi salah seorang kandidat.

    Kemudian kepala staf militer, Letnan Jenderal Gaed Salah, mengatakan militer dan rakyat memiliki visi yang sama tentang masa depan -- indikasi terkuat sejauh ini bahwa angkatan bersenjata bersimpati dengan gelombang protes.

    Para ulama terkemuka telah mengkritik tekanan pada mereka untuk mengeluarkan khotbah pro-pemerintah. "Biarkan kami melakukan pekerjaan kami, jangan ikut campur," kata ulama Imam Djamel Ghoul, pemimpin kelompok ulama independen, kepada wartawan.

    Pengumuman presiden keluar sehari setelah dia kembali ke rumah sesudah menginap selama dua pekan di rumah sakit Swiss, tempat dia dirawat sejak menderita stroke pada 2013.

    Dia telah bertahun-tahun sejak stroke menjadi sosok misterius virtual. Pidato publik terakhirnya pada 2014, tak lama setelah memenangkan pemilu sebelumnya. Banyak warga Aljazair mengkhawatirkan kesehatannya yang akut, dan khawatir kematiannya selama masa jabatan kelima dapat menyebabkan ketidakstabilan politik yang berbahaya.

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyambut keputusan Presiden Bouteflika untuk tidak mengupayakan maju ke pilpres kembali.

    "Prancis menyatakan harapan bahwa sebuah dinamika baru yang dapat menjawab aspirasi mendalam rakyat Aljazair akan cepat terjamin," katanya dalam sebuah pernyataan.

    Sementara itu, orang-orang di jalan-jalan ibu kota, Aljir, telah merayakan kabar tersebut.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id