Kekuatan ISIS Makin Menepis, Warga Sipil Dijadikan Tameng

    Arpan Rahman - 19 Maret 2019 19:21 WIB
    Kekuatan ISIS Makin Menepis, Warga Sipil Dijadikan Tameng
    Warga sipil Suriah yang dievakuasi dari benteng terakhir ISIS di Baghouz. (Foto: AFP).
    Baghouz: Tayangan rangkaian foto mengejutkan menunjukkan puing-puing yang tersisa dari posisi terakhir kelompok militan Islamic State (ISIS) yang tersisa. Hanya sebuah perkemahan bekas dibom berisi sejumlah tenda dan mobil yang diparkir.

    “Kubu ISIS di Suriah timur laut sekarang hanya dibela ratusan gerilyawan, di tengah kekhawatiran akan keselamatan warga sipil yang terperangkap lama di sana,” seperti dikutip laporan dari laman The Sun, Selasa 19 Maret 2019.
    Baghouz, sebidang tanah kecil di sisi sungai Efrat lokasi para militan bersembunyi telah dihantam oleh serangan udara dan artileri selama beberapa pekan.

    Asap membubung ke atas kubu kecil itu ketika pesawat-pesawat tempur dan artileri melanjutkan pengeboman setelah serangan gerilyawan yang putus asa. “Namun, muncul kekalahan total kelompok itu karena militan bersembunyi di antara penduduk sipil. Banyaknya ranjau, bom rakitan, dan terowongan yang didirikan oleh anggota kelompok teror juga terbukti menjadi masalah,” imbuh laporan tersebut.

    Daerah pertahanan menyerupai perkemahan, dipenuhi kendaraan yang tidak bergerak dan tenda perlindungan dengan selimut atau terpal yang dapat terlihat disibak angin selama jeda pertempuran ketika orang-orang berjalan di antara mereka.

    Kekhalifahan hancur

    Didukung kekuatan udara dan pasukan khusus dari koalisi pimpinan Amerika Serikat, milisi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) telah mengusir ISIS dari hampir seluruh sudut timur laut Suriah, mengalahkannya di Raqqa pada 2017 dan menggiringnya ke kubu terakhirnya di Baghouz tahun lalu.

    Tetapi sementara kekalahan ISIS di Baghouz akan mengakhiri kekuasaannya atas daerah berpenduduk di sepertiga wilayah Suriah dan Irak yang direbutnya pada 2014, kelompok itu akan tetap menjadi ancaman sebagai pemberontakan.

    SDF telah melancarkan serangan teratur di kubu lawan, berhenti selama beberapa saat selama pekan-pekan terakhir untuk memungkinkan gerilyawan yang menyerah, keluarga mereka dan warga sipil lainnya agar keluar.

    Sejak 9 Januari, lebih dari 60.000 orang meninggalkan perkubuan itu, sekitar setengah dari mereka menyerahkan pendukung ISIS termasuk sekitar 5.000 pejuang, kata SDF pada Minggu.

    Makan rumput 

    Orang-orang yang meninggalkan daerah itu berbicara tentang kondisi yang payah di bawah pemboman koalisi. Persediaan makanan sangat langka, sehingga beberapa orang terpaksa memakan rumput.

    Namun, banyak dari mereka yang meninggalkan Baghouz bersumpah setia kepada kelompok militan, yang pekan lalu mengeluarkan film propaganda dari dalam perkubuannya meminta para pendukung tetap beriman.

    Serangan bunuh diri pada Jumat menargetkan keluarga militan ISIS yang berupaya meninggalkan daerah kantong dan menyerah, menewaskan enam orang, kata SDF.

    Beberapa pekan lalu, seorang wanita Finlandia yang melarikan diri bernama Sana menggambarkan hari-hari terakhirnya dalam kekhalifahan yang hancur sebagai "mengerikan." Dia berkata: "Dibom, ditembak, dibakar semua tenda, Anda terbangun dan semuanya hancur."



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id