Ethiopia: Data Kotak Hitam Perlihatkan Kemiripan dengan Lion Air

    Arpan Rahman - 18 Maret 2019 07:07 WIB
    Ethiopia: Data Kotak Hitam Perlihatkan Kemiripan dengan Lion Air
    Pesawat maskapai Lion Air terparkir di bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu, 10 Oktober 2018. (Foto: AFP/ADEK BERRY)
    Addis Ababa: Data kotak hitam yang telah didapat dari pesawat maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 memperlihatkan "kemiripan yang jelas" dengan kecelakaan Lion Air JT610 di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Moges, Minggu 17 Maret 2019.

    Meski menolak memaparkan detailnya, Moges mengatakan kepada awak media bahwa kemiripan itu akan menjadi "subjek dalam investigasi lebih lanjut."

    "Hasil awal investigasi akan dikeluarkan dalam 30 hari ke depan," tutur Moges, seperti dikutip dari laman AFP.

    Pengumuman dari otoritas Ethiopia muncul sepekan setelah pesawat Ethiopian Airlines ET302 jatuh usai enam menit lepas landas dari bandara di Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya. Kecelakaan menewaskan total 157 orang yang ada di pesawat tersebut, termasuk seorang warga negara Indonesia.

    Tragedi Ethiopian Airlines, yang langsung dikaitkan dengan Lion Air, membuat banyak negara memutuskan menghentikan sementara operasional pesawat tipe Boeing 737 Max 8. Amerika Serikat menjadi negara terakhir yang juga memerintahkan agar semua Boeing 737 Max 8 dikandangkan.

    Baik pesawat Ethiopian Airlines ET302 maupun Lion Air JT610 sama-sama dilaporkan mengalami ketidakstabilan sesaat setelah lepas landas. Sejumlah pengamat mencurigai penyebabnya adalah sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS. 

    MCAS secara otomatis akan membuat hidung pesawat mengarah ke bawah jika sistem mendeteksi adanya ancaman stalling -- suatu kondisi di mana pesawat kehilangan daya angkat.

    Menurut flight data recorder (FDR) Lion Air JT610, sang pilot kesulitan mengendalikan penerbangan karena MCAS berulang kali membuat hidung pesawat mengarah ke bawah setelah lepas landas.

    Dalam kasus Ethiopian Airlines, dua kotak hitam telah diserahkan ke agensi keselamatan udara BEA di Prancis.

    Meski penyebab dua kecelakaan masih belum ditentukan, CEO perusahaan Boeing Dennis Muilenburg mengatakan bahwa pihaknya sedang "menyelesaikan pengembangan update piranti lunak dan pelatihan pilot" untuk mengatasi masalah yang mungkin ditimbulkan dari MCAS.

    Sejumlah pakar mempertanyakan proses sertifikasi keselamatan penerbangan di AS, setelah mengetahui adanya beberapa pilot yang mengeluhkan MCAS. Badan Penerbangan Federal AS atau FAA menegaskan pihaknya selalu menjalankan prosedur "standar" dalam memastikan desain pesawat yang aman, termasuk untuk tipe 737 Max.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id