Pendakwah Televisi Turki Ditahan Atas Tuduhan Kriminal

    12 Juli 2018 16:43 WIB
    Pendakwah Televisi Turki Ditahan Atas Tuduhan Kriminal
    Adnan Oktar bersama dengan para pengikutnya (Foto: Hurriyet).
    Istanbul: Penulis yang juga dikenal pendakwah Adnan Oktar asal Turki bersama dengan lebih dari 160 pengikutnya ditangkap saat penggerebekan. Mereka dicurigai membentuk geng kriminal, melakukan penipuan dan kekerasan seksual.
     
    Lebih dari 300 buku sudah ditulis oleh Oktar dan diterjemahkan ke dalam 73 bahasa. Termasuk salah satu karyanya dibawah nama pena Harun Yahya dimana ia berpendapat bahwa teori evolusi Darwin adalah akar dari terorisme global.
     
    Dalam saluran televisinya, A9, ia memandu acara yang berbicara tentang nilai-nilai Islam. Namun pada Februari, pengawas televisi Turki mencabut hak siar acara milik Oktar karena melanggar perihal kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.
     
    Melalui acara televisi itu, Oktar tampak menari-nari dengan perempuan muda yang disebutnya 'kittens'. Dia juga bernyanyi dengan pria muda yang disebutnya 'lions'.
     
    Tidak hanya itu, Oktar juga mencampur diskusi teologi dengan tarian.
     
    "Sejauh ini sudah 166 orang tersangka ditahan dan 235 lainnya dalam pencarian. Oktar ditangkap saat dilakukan penggerebakan di kediamanan di Cengelkoy, Istanbul," ujar pihak kepolisian, seperti dikutip Hurriyet, Kamis 12 Juli 2018
     
    Dikawal oleh petugas polisi, Oktar dalam kondisi diborgol melakukan pemeriksaan kesehatan. Di masa lalu, Oktar sempat menuduh intelijen Inggris telah meminta Pemerintah Turki untuk menangkapnya. (Khalisa Firsada).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id