Angola Bertekad Pulangkan Paksa Anak Mantan Presiden

    Arpan Rahman - 21 Januari 2020 18:05 WIB
    Angola Bertekad Pulangkan Paksa Anak Mantan Presiden
    Isabel dos Santos. (Foto: AFP)
    Luanda: Pemerintah Angola bertekad menggunakan "segala cara" untuk memaksa pulang Isabel dos Santos, anak dari mantan presiden yang diduga telah melakukan korupsi dan menyedot banyak uang negara. Dos Santos diminta pulang untuk menjelaskan asal muasal dari kekayaannya yang mencapai USD2 miliar atau setara Rp35,4 triliun.

    Jaksa Penuntut Umum Angola Helder Pitra Gros mengatakan dalam sebuah program radio bahwa pihaknya akan menggunakan "segala cara dan juga mengaktifkan mekanisme internasional untuk memulangkan dos Santos."

    Dos Santos meninggalkan Angola pada 2018 usai Jose Eduardo dos Santos tak lagi menjadi presiden. Ia membantah semua tuduhan korupsi dan pencurian uang negara.

    Dalam rangkaian tulisan di Twitter, dos Santos mengecam investigasi Luanda Leaks terkait 715 ribu dokumen yang disebut-sebut memperlihatkan banyak aktivitas mencurigakan dari sang anak mantan presiden. Dos Santos menyebut munculnya 715 ribu dokumen itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Angola untuk mendiskreditkan dirinya.

    "Laporan ICIJ dibuat berdasarkan banyak dokumen dan informasi palsu. Ini merupakan serangan politik terukur yang dilakukan lewat koordinasi dengan Pemerintah Angola," ungkap dos Santos di Twitter. ICIJ merujuk pada Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional.

    Menurut klaim dos Santos, kekayaannya berasal dari hasil kerja keras dan aktivitas bisnis, bukan dari uang negara. "Saya membangun banyak perusahaan. Saya berinvestasi dan juga menciptakan lapangan pekerjaan. Inilah asal kekayaan saya: BISNIS," lanjutnya, dinukil dari Guardian, Senin 20 Januari 2020.

    Ratusan ribu dokumen terkait dos Santos awalnya diperoleh organisasi Platform to Protect Whistle-blowers in Africa (PPLAAF) dan kemudian diserahkan ke ICIJ.
     
    Sejumlah aktivis anti-korupsi merespons ribuan dokumen dengan menuding bahwa dos Santos telah mengeksploitasi kekayaan negaranya demi kepentingan pribadi. Mereka juga menyebut warga Angola telah menjadi korban dari gaya hidup mewah dos Santos.
     
    "Setiap kali dia muncul di sejumlah majalah dunia, dan setiap kali dia menggelar pesta mewah di selatan Prancis, dia melakukannya dengan menginjak-injak aspirasi masyarakat Angola," kata Andrew Feinstein, kepala dari kelompok Corruption Watch, kepada BBC.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id