Presiden Baru Aljazair Janjikan Perubahan Radikal

    Willy Haryono - 14 Desember 2019 09:19 WIB
    Presiden Baru Aljazair Janjikan Perubahan Radikal
    Presiden baru Aljazair Abdelmadjid Tebboune. (Foto: Ryad Kramdi/AFP)
    Algiers: Presiden baru Aljazair Abdelmadjid Tebboune berkomitmen membuka dialog dengan gerakan protes, dan juga menjanjikan adanya perubahan radikal dalam keseluruhan sistem negara. Ia juga berjanji tidak akan ada "balas dendam" dan bertekad merangkul semua elemen masyarakat Aljazair.

    Tebboune, yang diumumkan sebagai presiden kedelapan Aljazair pada Jumat 13 Desember, menyebutkan beberapa prioritas dalam kepemimpinannya. Salah satu prioritas adalah berdialog dengan gerakan protes yang telah "mengguncang negara sejak 22 Februari."

    "Saya akan membuat perubahan radikal, dan menghancurkan sistem pemerintahan lama sebagai prioritas utama," tegas Tebboune, dilansir dari Xinhua, Sabtu 14 Desember 2019.

    Awal dari usaha menghancurkan sistem lama adalah membuat konstitusi baru. Nantinya, kata Tebboune, keputusan membuat konstitusi baru akan diserahkan kembali kepada masyarakat melalui skema referendum.

    Sang presiden ingin referendum ini disepakati semua elemen bangsa, termasuk akademisi, ekonom, politisi dan lainnya.

    Selain konstitusi, Tebboune juga akan membuat undang-undang baru mengenai pemilihan umum di Aljazair. Aturan baru ini akan meliputi pemilihan presiden, parlemen dan kepala daerah.

    Mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberantas korupsi juga menjadi prioritas lainnya dari Tebboune. "Saya bertekad mendapatkan kembali uang negara yang dirampok para pejabat pemerintahan sebelumnya," sebut Tebboune.

    Menjadi presiden, Tebboune mengaku tidak akan mendirikan partai maupun pergerakan politik baru. Ia menegaskan bahwa misi utamanya sebagai presiden adalah mengembalikan prestise, integritas, kemurnian dan kredibilitas Aljazair.

    Mengenai jajaran kabinet, Tebboune meminta masyarakat bersabar. "Akan ada kejutan, termasuk beberapa menteri muda," ucap Tebboune.

    Pria 74 tahun itu terpilih menjadi presiden kedelapan Aljazair sejak negara tersebut merdeka dari Prancis di tahun 1962. Ia menang dalam pilpres lewat raihan 58,15 persen suara dari total 8,5 juta pemilih terdaftar.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id