Pemilu di Burundi Diwarnai Pelemparan Granat

    Willy Haryono - 29 Juni 2015 14:18 WIB
    Pemilu di Burundi Diwarnai Pelemparan Granat
    Petugas mengangkut surat suara di Bujumbara menjelang pemilu parlemen Burundi pada Senin (29/6/2015). AFP / MARCO LONGARI
    medcom.id, Bujumbura: Pemilihan umum parlemen di Burundi yang dimulai pada Senin (29/6/2015), diwarnai serangkaian aksi kekerasan, termasuk pelemparan granat dan penembakan. 

    Kelompok tak dikenal melemparkan bahan peledak ke tempat pemungutan suara di ibu kota Bujumbura dan beberapa provinsi lainnya. 

    Sekjen PBB Ban Ki-moon telah meminta pemerintah Burundi menunda pemilu karena partai oposisi menolak berpartisipasi di dalamnya. Burundi menghadapi krisis politik terburuk sejak perang sipil di negara tersebut berakhir sembilan tahun silam. 

    "Grup bersenjata mencoba menyerang tempat pemungutan suara. Mereka menembakkan senjata dan melemparkan granat, tapi polisi menghentikan mereka," tutur wakil kepala polisi Godefroid Bizimana, seperti dikutip AFP. 

    Beberapa TPS di Burundi dibuka lebih telat karena adanya aksi kekerasan. Meski begitu, juru bicara komisi pemilu Burundi Prosper Ntahorwamiye bersikukuh pemilu kali ini berjalan lancar. 

    Burundi terjerembab ke dalam konflik sejak akhir April, saat Presiden Pierre Nkurunziza mendeklarasikan rencananya untuk kembali berkuasa di periode ketiga. 




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id