Jenazah Korban Kecelakaan Ethiopian Airlines Segera Diidentifikasi

    Sonya Michaella - 12 Maret 2019 13:13 WIB
    Jenazah Korban Kecelakaan Ethiopian Airlines Segera Diidentifikasi
    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Photo:Medcom.id/Sonya)
    Jakarta: Proses identifikasi dari jenazah para korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines segera dilakukan. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Harfina Hafitz menjadi salah satu korban tewas dalam insiden tersebut.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan, saat ini adik dari Harfina sudah berada di Roma, Italia, untuk mengikuti proses identifikasi.

    “Sudah disampaikan pula dari pihak Ethiopian Airlines bahwa mereka membutuhkan bantuan keluarga korban untuk proses identifikasi jenazah,” kata Arrmanatha, di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019.

    “Informasi yang kita terima dari Addis Ababa, proses identifikasi jenazah bebarengan dengan proses investigasi jatuhnya pesawat,” lanjut dia.

    Boeing sendiri, ujar Arrmanatha, juga akan membantu proses investigasi insiden nahas ini. Namun, belum diketahui waktu pasti proses identifikasi dan investigasi dilakukan. 

    Harfina telah dikonfirmasi oleh Kemenlu RI dan KBRI Roma sebagai WNI yang menjadi korban tewas jatuhnya pesawat Ethiophian Airlines. Ia bekerja di World Food Program di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tinggal di Italia.

    Pesawat Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 jatuh enam menit usai lepas landas dari Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya, pada Minggu 10 Maret. Ethiopian Airlines mengaku belum dapat menentukan penyebab pasti kecelakaan. Tipe pesawat sama dengan Lion Air JT610 yang jatuh pada 29 Oktober tahun lalu yaitu Boeing 737 Max 8.

    Tim investigator jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines telah menemukan perakam data penerbangan atau Flight Data Recorder (FDR) dan perekam data kokpit atau Cokpit Data Recorder (CDR). Kedua benda itu sedang dipulihkan untuk mengetahui pasti penyebab jatuhnya pesawat.

    Namun, salah seorang pejabat setempat mengatakan kondisi benda yang disebut juga kotak hitam itu sebagain tidak lagi utuh atau dalam keadaan rusak. Ia belum tahau apakah data-data penerbangan itu masih bisa diselamatkan. 

    Penemuan FDR dan CDR ini akan memudahkan para investigator menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat nahas itu. Para ahli dan penyelidik penerbangan Ethiopia telah dibantu oleh para ahli Kenya dan Amerika Serikat.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id