Iran Peringatkan Eropa Konsekuensi Sengketa Nuklir

    Marcheilla Ariesta - 15 Januari 2020 00:31 WIB
    Iran Peringatkan Eropa Konsekuensi Sengketa Nuklir
    ilustrasi bom nuklir. Medcom.id
    Teheran: Iran memperingatkan Inggris, Prancis, dan Jerman mengenai konsekuensi dari keputusan sengketa nuklir. Ketiga negara Eropa ini membuat keputusan untuk meluncurkan mekanisme sengketa terhadap Teheran berdasarkan perjanjian nuklir 2015.

    "Tentu saja, jika orang Eropa berusaha untuk menyalahgunakan (proses ini), mereka juga harus siap untuk menerima konsekuensinya," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Selasa 14 Januari 2020.

    Sementara itu, Uni Eropa mendesak semua pihak terkait menyelamatkan perjanjian nuklir Iran. Perwakilan Tinggi urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan dia akan mengawasi mekanisme perselisihan yang pada akhirnya bisa kembali mengarah ke sanksi PBB.

    "Mekanisme penyelesaian sengketa memerlukan upaya intensif dengan itikad baik oleh semua orang," katanya.

    "Sebagai koordinator, saya berharap semua peserta JCPOA (kesepakatan nuklir Iran) untuk terus semangat terhadap proses ini," imbuhnya.

    Menurut Borrell, meningkatnya eskalasi di Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan penting untuk menjaga JCPOA tersebut.

    "Tujuan dari mekanisme penyelesaian sengketa bukanlah untuk memberlakukan kembali sanksi. Tujuan dari mekanisme ini adalah untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan implementasi perjanjian," kata Borrell.

    Dalam meluncurkan proses itu, Inggris, Prancis dan Jerman menuduh Teheran melakukan pelanggaran berulang-ulang terhadap kesepakatan tersebut. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen dalam perjanjian itu.

    Tetapi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan ia akan bersedia bekerja dengan "kesepakatan Trump" untuk menggantikan perjanjian yang ada.

    Kesepakatan nuklir Iran ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebelum masa jabatannya berakhir pada 2015. Namun, penerus Obama, Donald Trump menarik AS dari perjanjian tersebut pada Mei 2018.

    Sejak saat itu, AS kembali memberlakukan sanksi untuk Iran. Penarikan diri Washington ini juga membuat Teheran kesal.

    Iran yang tadinya mau mempertahankan kesepakatan nuklir, malah berkomitmen akan menambah pasokan uranium mereka karena Negeri Paman Sam menarik diri dan malah memberi sanksi.




    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id