comscore

RI-Yordania Terus Cari Peluang Tingkatkan Hubungan Bilateral

14 Maret 2016 08:37 WIB
RI-Yordania Terus Cari Peluang Tingkatkan Hubungan Bilateral
Menlu Retno Marsudi (kiri) bersama Deputi PM Yordania Nasser Judeh saat menandatangani dua MoU di Amman, 13 Maret 2016. (Foto: Kemenlu RI)
medcom.id, Amman: Hubungan Indonesia dan Yordania sangat baik dan terbuka banyak peluang untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, tegas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuannya dengan Deputi Perdana Menteri/Menlu Yordania Nasser Judeh di Amman, Yordania, Minggu (13/3/2016).

Kunjungan kerja ke Yordania adalah yang pertama bagi Menlu Retno dan merupakan bagian dari peningkatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Dalam pertemuan kedua, Menlu membahas upaya meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan people-to-people to contact.
Di bidang ekonomi, kedua Menteri sependapat bahwa banyak peluang yang belum dikembangkan kedua negara. Untuk itu, Menlu Retno menegaskan pentingnya mengambil langkah guna mendorong diversifikasi produk perdagangan dan investasi yang dilakukan selama ini. 

"Yordania dapat memanfaatkan hasil produk-produk industri strategis Indonesia yang sangat baik dan peluang investasi yang terbuka di Indonesia untuk terus tingkatkan hubungan ekonomi kedua negara," tutur Menlu RI, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.

Selama ini Yordania merupakan salah satu sumber utama mineral Indonesia, terutama fosfat yang digunakan untuk membuat pupuk. Dalam upaya mencari peluang baru dan tingkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia juga berencana menunjuk Konsul Kehormatan di Al-Aqaba, Yordania.
?
Selain itu, untuk identifikasi peluang kerja sama baru di berbagai bidang, kedua Menlu sependapat perlunya memperkuat mekanisme Joint Commission Meeting (JCM) Indonesia-Yordania, untuk tidak saja membahas kerja sama ekonomi dan perdagangan, namun isu-isu lainnya seperti pendidikan, pariwisata, kesehatan dan kerja sama inter-faith dialogue.

Pada pertemuan tersebut, Menlu RI dan Yordania juga membahas lebih dalam hasil pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa k-p5 Organisasi Kerja Sama Islam di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Menlu juga menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi dan kerja sama Yordania dalam mendorong pengakuan kemerdekaan Palestina. 
"Indonesia menghargai upaya dan peran Pemerintah Yordania dalam mendukung perjuangan bersama negara-negara Islam untuk kemerdekaan Palestina," ujar Menlu Retno.

Raja Yordania, King Abdullah II, adalah pengampu situs-situs suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa. Status khusus Yordania ini termasuk dalam kesepakatan Perdamaian Yordania-Israel. Hasil KTT LB ke-5 OKI meneguhkan status Yordania tersebut melalui resolusi dan Deklarasi Jakarta sebagai outcome documents. Kedua Menlu sepakat bekerja sama untuk meneruskan hasil hasil KTT LB OKI di Jakarta ke dalam hasil KTT OKI di Istanbul 14-15 April mendatang.

Pertemuan bilateral kedua Menlu menghasilkan 2 Nota Kesepahaman (MoU), yaitu mengenai bebas visa untuk paspor diplomatik dan servis, serta mengenai kerja sama pendidikan diplomatik.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id