Serangan Turki Kembali Tewaskan Warga Suriah

    Willy Haryono - 13 November 2019 07:13 WIB
    Serangan Turki Kembali Tewaskan Warga Suriah
    Kendaraan militer Turki bergerak dalam patroli gabungan bersama Rusia di Darbasiyah, Turki, 11 November 2019. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)
    Kobane: Sedikitnya satu warga sipil tewas dalam serangan pasukan Turki yang sedang berpatroli bersama militer Rusia di dekat kota perbatasan Kobane, Suriah, Selasa 12 November.

    "Kendaraan militer Turki yang ikut serta dalam patroli gabungan bersama Rusia telah menembaki beberapa orang di antara desa Shiran dan Kurbinkar di sekitar Kobane," ujar pasukan keamanan internal Kurdi, Asayish.

    Otoritas Kurdi menambahkan, pasukan Turki awalnya menggunakan gas air mata terhadap sekelompok orang, untuk kemudian melepaskan beberapa tembakan. Peristiwa itu menewaskan satu warga sipil dan melukai enam lainnya.

    Grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan ada sembilan warga sipil yang terluka dalam serangan Turki di sekitar Kobane. Menurut SOHR, dua dari korban luka berada dalam kondisi kritis.

    Ini adalah kali kedua seorang warga sipil tewas dalam aksi unjuk rasa warga yang menentang patroli gabungan Turki-Rusia di Suriah. Lokasi penembakan terjadi di wilayah yang sebelumnya dikuasai pasukan Kurdi.

    Jumat kemarin, seorang warga sipil tewas di tengah berlangsungnya aksi protes menentang patroli gabungan. Dalam unjuk rasa itu, sejumlah warga melempari mobil patroli dengan batu.

    Sejak patroli gabungan Turki dan Rusia dimulai di bawah perjanjian kedua negara tersebut, warga Kurdi di Suriah terus menggelar demo dari waktu ke waktu.

    Invasi Turki ke Suriah dimulai pada Rabu 9 Oktober, usai Presiden AS Donald Trump menarik sejumlah pasukan AS dari perbatasan Suriah. Turki menilai penarikan itu sebagai "lampu hijau" untuk melancarkan serangan ke Suriah utara.

    Trump menghadapi gelombang kritik, bahkan dari para pendukungnya sendiri, karena dinilai telah menelantarkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Suriah. SDF adalah aliansi yang terdiri dari sejumlah milisi Kurdi.

    Selama ini, Turki menganggap Unit Perlindungan Warga Kurdi (YPG), yang juga bagian dari SDF, sebagai kelompok teroris. Turki menegaskan bahwa invasinya di Suriah bertujuan untuk menghabisi YPG dari wilayah perbatasannya.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id