Iran Bantah Berusaha Tutupi Tragedi Pesawat Ukraina

    Willy Haryono - 14 Januari 2020 06:22 WIB
    Iran Bantah Berusaha Tutupi Tragedi Pesawat Ukraina
    Jubir Pemerintah Iran Ali Rabiei dalam sebuah acara di Teheran, 22 Juli 2019. (Foto: AFP/STR)
    Teheran: Iran membantah telah berusaha menutup-nutupi penyebab tragedi pesawat maskapai Ukraina, yang tak sengaja ditembak jatuh pekan kemarin. Kesalahan fatal tersebut memicu demonstrasi di Iran, dan juga seruan internasional untuk segera dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan.

    Pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) dengan nomor penerbangan PS752 ditembak jatuh misil di dekat Teheran pada Rabu 8 Januari. Total 176 penumpang beserta kru pesawat dinyatakan tewas.

    Jatuhnya UIA PS752 terjadi di hari yang sama saat Iran meluncurkan belasan misil ke dua pangkalan tempat bermukimnya pasukan Amerika Serikat di Irak. Peluncuran misil merupakan balasan Iran atas kematian jenderal Qassem Soleimani di tangan AS.

    Awalnya Iran menyangkal bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh. Namun tiga hari usai kejadian, Teheran akhirnya mengaku bahwa UIA PS752 jatuh akibat "human error" atau kesalahan manusia.

    "Dalam beberapa hari terakhir, begitu banyak kritik yang dilayangkan kepada para pejabat dan otoritas terkait," kata juru bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei.

    "Beberapa pejabat bahkan dituduh berbohong dan berusaha menutup-nutupi. Tapi pada kenyataannya, semua tuduhan itu tidak benar," sambung dia, dikutip dari AFP, Senin 13 Januari 2020.

    Ali mengatakan pernyataan para pejabat Iran sebelum tanggal 11 Januari diucapkan berdasarkan informasi yang baru tersedia kala itu.

    Pengakuan Iran merupakan perintah langsung dari pemimpin agung Ayatollah Ali Khamenei. Ia telah memerintahkan jajarannya untuk menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat secara eksplisit dan jujur.

    Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) mengakui kesalahannya atas tragedi pesawat Ukraina. IRGC menyebut, kala itu operator misil Iran salah mengira Boeing 737 sebagai "pesawat musuh."

    Gelombang unjuk rasa meletus di Teheran dan beberapa kota lainnya usai pengakuan Pemerintah Iran. Di tengah aksi protes, otoritas Iran sempat menahan Duta Besar Inggris Rob Macaire atas tudingan menghasut demonstran anti-pemerintah.

    Macaire, yang kini telah dibebaskan, membantah telah menghasut pedemo dan mengaku hanya datang ke acara memorial korban tragedi pesawat Ukraina. London mengecam keras langkah penahanan terhadap Macaire, dan menyebutnya sebagai sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id